10 Mobil Mercedes-Benz Setangguh Tank
Sabtu, 13 April 2024 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mercedes-Benz Bikin Low MPV Listrik, Apa Saja Istimewanya?
Seri Mercedes-Benz 190, secara internal dikenal sebagai W201, sedan eksekutif kompak empat pintu dengan mesin depan dan penggerak roda belakang. Tipe ini merupakan pendahulu dari model C-Class yang terkenal. Didesain oleh Bruno Sacco, kepala desain Mercedes-Benz dari 1975 hingga 1999, seri 190 menghadirkan beberapa fitur inovatif.
Salah satu kemajuan signifikan yaitu pengenalan suspensi belakang lima tautan, desain yang kemudian diadopsi dalam model E dan C-Class. Pengaturan suspensi ini memberikan handling dan kenyamanan yang lebih baik, meningkatkan keseluruhan pengalaman berkendara. Selain itu, mobil ini dibekali anti-roll bar depan, dan geometri anti-squat untuk memastikan stabilitas dan kontrol yang unggul selama manuver.
Mercedes-Benz memprioritaskan keselamatan pada seri 190, melengkapinya dengan airbag, rem ABS, dan pengencang sabuk pengaman. Fitur keselamatan ini inovatif pada saat itu dan menunjukkan komitmen merek tersebut terhadap perlindungan penumpang.
Perlu dicatat, seri 190 secara ekstensif menggunakan baja berkekuatan tinggi yang ringan sehingga memungkinkan mobil tersebut menabrak penghalang beton pada sudut 35 mph dan menjaga penumpang tetap aman dan kabin tetap utuh. Ini menunjukkan integritas struktural dan standar keselamatan mobil yang luar biasa.
Pada 1983, Mercedes-Benz memperkenalkan varian 190E di Frankfurt Motor Show, yang menampilkan mesin 2.0-liter M102 8V inline-four yang mampu menghasilkan 120 tenaga kuda.
Mobil klasik yang diproduksi dari 1975 hingga 1986 dengan desain timeless dan kualitas build yang solid, menjadikannya favorit di kalangan penggemar mobil antik.
Di jalanan, W123 240D menangani medan dengan sempurna, meluncur mulus di atas gundukan seperti balerina di atas es. Suspensinya menyerap ketidaksempurnaan jalan dengan anggun, dan respons kemudinya lincah. Mobil ini mungkin tidak memecahkan rekor kecepatan, tetapi memiliki gaya tenang dan percaya diri yang membuat setiap perjalanan menjadi pengalaman menyenangkan.
Saat masuk ke kursi pengemudi, interiornya seperti kepompong mewah yang nyaman. Material yang digunakan terbaik dan membuat pengguna merasa seperti sedang bersantai di ruang tamu mewah alih-alih berkendara di jalan terbuka.
Beberapa tantangan dengan W123 240D, seperti menemukan suku cadang yang sudah langka atau terbiasa dengan pola perpindahan giginya yang agak unik yang akan membuat pengguna merasa seperti penari tap di pedal. Tetapi perjalanan dengan cruiser klasik ini sepadan dengan setiap momennya.
Sedan eksekutif empat pintu yang dibangun di atas sasis W114 dan dirancang oleh Paul Bracq. Mobil ini dipenuhi dengan banyak kemajuan, seperti menjadi Mercedes pertama yang menggunakan sistem injeksi bahan bakar elektronik penuh Bosch D-jetronic.
Mesin diesel 3.0-liter yang tangguh tersimpan di balik kap mobil ini, menghasilkan tenaga 85 horsepower. Meskipun terlihat sederhana menurut standar mobil modern, angka tersebut terbilang mengesankan pada era 1970an, dan menjadi bukti kecakapan teknik dari masa itu.
8. Mercedes-Benz 190E (W201)
Seri Mercedes-Benz 190, secara internal dikenal sebagai W201, sedan eksekutif kompak empat pintu dengan mesin depan dan penggerak roda belakang. Tipe ini merupakan pendahulu dari model C-Class yang terkenal. Didesain oleh Bruno Sacco, kepala desain Mercedes-Benz dari 1975 hingga 1999, seri 190 menghadirkan beberapa fitur inovatif.
Salah satu kemajuan signifikan yaitu pengenalan suspensi belakang lima tautan, desain yang kemudian diadopsi dalam model E dan C-Class. Pengaturan suspensi ini memberikan handling dan kenyamanan yang lebih baik, meningkatkan keseluruhan pengalaman berkendara. Selain itu, mobil ini dibekali anti-roll bar depan, dan geometri anti-squat untuk memastikan stabilitas dan kontrol yang unggul selama manuver.
Mercedes-Benz memprioritaskan keselamatan pada seri 190, melengkapinya dengan airbag, rem ABS, dan pengencang sabuk pengaman. Fitur keselamatan ini inovatif pada saat itu dan menunjukkan komitmen merek tersebut terhadap perlindungan penumpang.
Perlu dicatat, seri 190 secara ekstensif menggunakan baja berkekuatan tinggi yang ringan sehingga memungkinkan mobil tersebut menabrak penghalang beton pada sudut 35 mph dan menjaga penumpang tetap aman dan kabin tetap utuh. Ini menunjukkan integritas struktural dan standar keselamatan mobil yang luar biasa.
Pada 1983, Mercedes-Benz memperkenalkan varian 190E di Frankfurt Motor Show, yang menampilkan mesin 2.0-liter M102 8V inline-four yang mampu menghasilkan 120 tenaga kuda.
9. Mercedes-Benz 240D (W123)
Mobil klasik yang diproduksi dari 1975 hingga 1986 dengan desain timeless dan kualitas build yang solid, menjadikannya favorit di kalangan penggemar mobil antik.
Di jalanan, W123 240D menangani medan dengan sempurna, meluncur mulus di atas gundukan seperti balerina di atas es. Suspensinya menyerap ketidaksempurnaan jalan dengan anggun, dan respons kemudinya lincah. Mobil ini mungkin tidak memecahkan rekor kecepatan, tetapi memiliki gaya tenang dan percaya diri yang membuat setiap perjalanan menjadi pengalaman menyenangkan.
Saat masuk ke kursi pengemudi, interiornya seperti kepompong mewah yang nyaman. Material yang digunakan terbaik dan membuat pengguna merasa seperti sedang bersantai di ruang tamu mewah alih-alih berkendara di jalan terbuka.
Beberapa tantangan dengan W123 240D, seperti menemukan suku cadang yang sudah langka atau terbiasa dengan pola perpindahan giginya yang agak unik yang akan membuat pengguna merasa seperti penari tap di pedal. Tetapi perjalanan dengan cruiser klasik ini sepadan dengan setiap momennya.
10. Mercedes-Benz 300D (W114)
Sedan eksekutif empat pintu yang dibangun di atas sasis W114 dan dirancang oleh Paul Bracq. Mobil ini dipenuhi dengan banyak kemajuan, seperti menjadi Mercedes pertama yang menggunakan sistem injeksi bahan bakar elektronik penuh Bosch D-jetronic.
Mesin diesel 3.0-liter yang tangguh tersimpan di balik kap mobil ini, menghasilkan tenaga 85 horsepower. Meskipun terlihat sederhana menurut standar mobil modern, angka tersebut terbilang mengesankan pada era 1970an, dan menjadi bukti kecakapan teknik dari masa itu.
(msf)
Lihat Juga :