Menguji Keseriusan VinFast Melakukan Penetrasi Pasar Mobil Listrik di Indonesia
Senin, 20 Mei 2024 - 15:46 WIB
loading...
VinFast serius melakukan penetrasi mobil listrik di Indonesia. Foto/VinFast
A
A
A
HAI PHONG - VinFast menunjukkan keseriusan untuk melakukan penetrasi pasar mobil listrik di Indonesia. Itu ditunjukkan komitmen, tetapi langkah nyata di lapangan, mulai dari membangun pabrik hingga menawarkan berbagai strategi inovasi yang berbeda dengan brand mobil listrik lainnya.
Berbagai strategi dan penawaran yang berbeda diungkapkan oleh CEO VinFast Indonesia Temmy Wiradjaja kepada para jurnalis Indonesia, termasuk SINDONews di Hai Phong, Vietnam. Temmy menunjukkan keseriusan VinFast dalam menggarap pasar mobil listrik di Indonesia.
![Menguji Keseriusan VinFast Melakukan Penetrasi Pasar Mobil Listrik di Indonesia]()
Foto/VinFast
VinFast sudah melakukan persiapan untuk membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Komitmen tersebut kembalikan ditegaskan oleh VinFast.
“Kami juga berencana membangun pabrik di Indonesia,” ujar CEO VinFast Indonesia Temmy Wiradjaja, beberapa waktu lalu.
Berapa investasi yang digelontorkan oleh VinFast? “Kami menginvestasikasikan USD200 juta (Rp3,19 triliun) untuk membangun pabrik ini, pada tahap pertama, tentu saja jika pabriknya berkembang mungkin akan berinvestasi lebih banyak,” ungkapnya.
Berbagai strategi dan penawaran yang berbeda diungkapkan oleh CEO VinFast Indonesia Temmy Wiradjaja kepada para jurnalis Indonesia, termasuk SINDONews di Hai Phong, Vietnam. Temmy menunjukkan keseriusan VinFast dalam menggarap pasar mobil listrik di Indonesia.
Menginvestasikan Rp3,19 Triliun Pabrik VinFast Tahap Pertama di Indonesia

Foto/VinFast
VinFast sudah melakukan persiapan untuk membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Komitmen tersebut kembalikan ditegaskan oleh VinFast.
“Kami juga berencana membangun pabrik di Indonesia,” ujar CEO VinFast Indonesia Temmy Wiradjaja, beberapa waktu lalu.
Berapa investasi yang digelontorkan oleh VinFast? “Kami menginvestasikasikan USD200 juta (Rp3,19 triliun) untuk membangun pabrik ini, pada tahap pertama, tentu saja jika pabriknya berkembang mungkin akan berinvestasi lebih banyak,” ungkapnya.
Lihat Juga :