Chery Pamer Baterai Solid-State Tembus 1.300 KM, Jakarta-Bali Cukup Sekali Cas?
Senin, 20 Oktober 2025 - 08:50 WIB
loading...
Chery resmi memamerkan prototipe baterai solid-state 1.300 KM yang anti-meledak, siap mengubur range anxiety meski harganya 2,8x lebih mahal dan baru diproduksi 2027. Foto: Reuters
A
A
A
WUHU - Industri kendaraan listrik global kini menghadapi titik balik (inflection point) yang berpotensi mendefinisikan ulang seluruh lanskap pasar. Pada 18 Oktober 2025, dalam Konferensi Inovasi Global Chery 2025, raksasa otomotif China tersebut secara resmi mengungkap prototipe module baterai all-solid-state (SSB) pertama yang dikembangkan secara internal.
Ini bukan sekadar pengumuman produk; ini adalah sinyal dimulainya perlombaan menuju komersialisasi teknologi baterai tertinggi.
Dengan kepadatan energi sel mencapai 600 Wh/kg—tercatat sebagai yang tertinggi diumumkan oleh produsen mobil China—teknologi ini menjanjikan pemberantasan total dua masalah terbesar yang menghambat adopsi EV hingga saat ini: kecemasan akan jarak tempuh (range anxiety) dan risiko keamanan (kebakaran).
1. Kepadatan dan Jarak Tempuh: Kepadatan energi 600 Wh/kg secara teoritis memungkinkan kendaraan menempuh jarak lebih dari 1.500 km dalam sekali pengisian daya. Chery mengklaim jangkauan di dunia nyata (real-world) diproyeksikan mencapai 1.300 km—lebih dari dua kali lipat jangkauan rata-rata EV premium saat ini.
2. Keamanan: Dalam uji penyiksaan ekstrem, termasuk penusukan paku (nail penetration) dan pengeboran (power-drill), sel baterai dilaporkan tidak terbakar atau mengeluarkan asap. Ini adalah keunggulan keamanan fundamental dibandingkan baterai lithium-ion berbasis cairan.
3. Proyeksi Komersialisasi: Chery menetapkan linimasa agresif: operasi percontohan (pilot operation) pada 2026 dan peluncuran skala lebih luas pada 2027.
Jika linimasa 2027 ini terealisasi, Chery akan memposisikan dirinya di depan para pesaing utama, termasuk BYD dan CATL, yang keduanya juga menargetkan produksi skala kecil pada tahun yang sama. Ini mengubah taruhan dalam perlombaan teknologi baterai global.
Kinerja Ekspor: Pada September 2025, Chery mengirimkan 137.624 kendaraan ke luar negeri (naik 26,2% YoY), menandai bulan kelima berturut-turut dengan ekspor di atas 100.000 unit.
Kinerja Pendapatan: Pada paruh pertama (H1) 2025, pendapatan Chery mencapai 141,6 miliar yuan (setara Rp329,22 triliun), melonjak 26,3% dari tahun sebelumnya.
Alokasi Modal: Pasca IPO besar-besaran di Hong Kong, Chery mengalokasikan 35% dana untuk R&D kendaraan dan 25% khusus untuk teknologi generasi berikutnya, yang menegaskan keseriusan proyek solid-state ini.
Namun, di balik euforia teknologi 600 Wh/kg ini, terdapat satu hambatan fundamental yang akan menentukan disrupsi pasar: Biaya.
Laporan industri memperkirakan bahwa harga baterai all-solid-state saat ini 2,8 kali lipat lebih mahal dibanding baterai lithium-ion cair konvensional. Biaya tinggi ini disebabkan oleh material sulfida yang mahal dan tingkat yield (hasil) produksi yang masih rendah.
Meskipun tim dari Universitas Tsinghua baru-baru ini juga mengembangkan sel SSB 604 Wh/kg, tantangan terbesar bagi Chery bukanlah membuktikan kelayakan teknis, melainkan memecahkan teka-teki produksi massal yang efisien secara biaya.
Pengumuman Chery adalah deklarasi bahwa era baru EV ada di depan mata. Jika Chery berhasil mengatasi hambatan biaya sebesar 2,8x lipat dan memulai industrialisasi pada 2027 seperti yang direncanakan, hal ini akan mendefinisikan ulang standar industri.
Teknologi baterai cair yang mendominasi pasar saat ini berpotensi menjadi usang lebih cepat dari yang diperkirakan. Pasar kini mengamati siapa yang akan memenangkan perlombaanmanufakturini.
Ini bukan sekadar pengumuman produk; ini adalah sinyal dimulainya perlombaan menuju komersialisasi teknologi baterai tertinggi.
Dengan kepadatan energi sel mencapai 600 Wh/kg—tercatat sebagai yang tertinggi diumumkan oleh produsen mobil China—teknologi ini menjanjikan pemberantasan total dua masalah terbesar yang menghambat adopsi EV hingga saat ini: kecemasan akan jarak tempuh (range anxiety) dan risiko keamanan (kebakaran).
Data di Balik "Game Changer"
Purwarupa yang dikembangkan oleh Chery Solid-State Battery Research Institute ini memiliki implikasi teknis yang masif bagi konsumen:1. Kepadatan dan Jarak Tempuh: Kepadatan energi 600 Wh/kg secara teoritis memungkinkan kendaraan menempuh jarak lebih dari 1.500 km dalam sekali pengisian daya. Chery mengklaim jangkauan di dunia nyata (real-world) diproyeksikan mencapai 1.300 km—lebih dari dua kali lipat jangkauan rata-rata EV premium saat ini.
2. Keamanan: Dalam uji penyiksaan ekstrem, termasuk penusukan paku (nail penetration) dan pengeboran (power-drill), sel baterai dilaporkan tidak terbakar atau mengeluarkan asap. Ini adalah keunggulan keamanan fundamental dibandingkan baterai lithium-ion berbasis cairan.
3. Proyeksi Komersialisasi: Chery menetapkan linimasa agresif: operasi percontohan (pilot operation) pada 2026 dan peluncuran skala lebih luas pada 2027.
Jika linimasa 2027 ini terealisasi, Chery akan memposisikan dirinya di depan para pesaing utama, termasuk BYD dan CATL, yang keduanya juga menargetkan produksi skala kecil pada tahun yang sama. Ini mengubah taruhan dalam perlombaan teknologi baterai global.
Validasi Investasi Triliunan Rupiah
Langkah agresif Chery ke teknologi SSB divalidasi oleh kinerja keuangan perusahaan yang solid dan alokasi modal pasca-IPO yang strategis.Kinerja Ekspor: Pada September 2025, Chery mengirimkan 137.624 kendaraan ke luar negeri (naik 26,2% YoY), menandai bulan kelima berturut-turut dengan ekspor di atas 100.000 unit.
Kinerja Pendapatan: Pada paruh pertama (H1) 2025, pendapatan Chery mencapai 141,6 miliar yuan (setara Rp329,22 triliun), melonjak 26,3% dari tahun sebelumnya.
Alokasi Modal: Pasca IPO besar-besaran di Hong Kong, Chery mengalokasikan 35% dana untuk R&D kendaraan dan 25% khusus untuk teknologi generasi berikutnya, yang menegaskan keseriusan proyek solid-state ini.
Prospek Pasar dan Hambatan Biaya
Peluncuran ini terjadi di tengah perlombaan global, di mana Toyota juga baru saja bermitra dengan Sumitomo Metal Mining untuk mempercepat produksi material katoda SSB.Namun, di balik euforia teknologi 600 Wh/kg ini, terdapat satu hambatan fundamental yang akan menentukan disrupsi pasar: Biaya.
Laporan industri memperkirakan bahwa harga baterai all-solid-state saat ini 2,8 kali lipat lebih mahal dibanding baterai lithium-ion cair konvensional. Biaya tinggi ini disebabkan oleh material sulfida yang mahal dan tingkat yield (hasil) produksi yang masih rendah.
Meskipun tim dari Universitas Tsinghua baru-baru ini juga mengembangkan sel SSB 604 Wh/kg, tantangan terbesar bagi Chery bukanlah membuktikan kelayakan teknis, melainkan memecahkan teka-teki produksi massal yang efisien secara biaya.
Dampak pada Pasar EV
Proyeksi dari EVTank memperkirakan pengiriman SSB global akan mencapai 614 GWh pada tahun 2030 (mewakili lebih dari 10% total output baterai), dengan ukuran pasar melebihi 250 miliar yuan (setara Rp581,25 triliun).Pengumuman Chery adalah deklarasi bahwa era baru EV ada di depan mata. Jika Chery berhasil mengatasi hambatan biaya sebesar 2,8x lipat dan memulai industrialisasi pada 2027 seperti yang direncanakan, hal ini akan mendefinisikan ulang standar industri.
Teknologi baterai cair yang mendominasi pasar saat ini berpotensi menjadi usang lebih cepat dari yang diperkirakan. Pasar kini mengamati siapa yang akan memenangkan perlombaanmanufakturini.
(dan)
Lihat Juga :