Banyak di Jalan, AEML Klaim Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia Tumbuh
Senin, 02 Februari 2026 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
“Adopsi kendaraan listrik dapat membuat langit kota lebih biru, mengurangi beban subsidiBBMsecara signifikan, serta memperkuat ketahanan energi nasional dengan menurunkan ketergantungan terhadap imporBBM,” ujar Rian Ernest.
Dari sisi pemerintah, Perpres 79/2023 dinilai berhasil memutus siklus hambatan struktural pasar kendaraan listrik. Deputi Bidang Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin, mengungkapkan bahwa penjualanBEVroda empat tumbuh rata-rata 147% per tahun sepanjang 2023–2025, dengan lonjakan pilihan model dari 16 menjadi 138 varian.
“Elektrifikasi bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi kemandirian energi,” ujar Rachmat Kaimuddin.
Pertumbuhan tersebut turut diiringi lonjakan investasi. Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat realisasi investasi kendaraan listrik roda empat mencapai Rp36,1 triliun pada periode 2023–2025.
Pemerintah menegaskan insentif impor yang diberikan sejak awal dirancang bersifat sementara. “Kami tidak serta-merta hanya membebaskan imporCBU, tetapi memastikan adanya komitmen investasi jangka panjang di dalam negeri,” ujar Roro Reni Fitriani, Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM.
Dari sisi pemerintah, Perpres 79/2023 dinilai berhasil memutus siklus hambatan struktural pasar kendaraan listrik. Deputi Bidang Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin, mengungkapkan bahwa penjualanBEVroda empat tumbuh rata-rata 147% per tahun sepanjang 2023–2025, dengan lonjakan pilihan model dari 16 menjadi 138 varian.
“Elektrifikasi bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi kemandirian energi,” ujar Rachmat Kaimuddin.
Pertumbuhan tersebut turut diiringi lonjakan investasi. Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat realisasi investasi kendaraan listrik roda empat mencapai Rp36,1 triliun pada periode 2023–2025.
Pemerintah menegaskan insentif impor yang diberikan sejak awal dirancang bersifat sementara. “Kami tidak serta-merta hanya membebaskan imporCBU, tetapi memastikan adanya komitmen investasi jangka panjang di dalam negeri,” ujar Roro Reni Fitriani, Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal BKPM.
Lihat Juga :