Bukan Jualan Murah: Begini Cara Honda Sindir Mobil Listrik Tiongkok Lewat Super One

Rabu, 22 April 2026 - 11:53 WIB
loading...
Bukan Jualan Murah:...
Alih-alih bersaing soal harga murah dan kapasitas bagasi dengan mobil pabrikan Tiongkok, Honda Jepang mengambil jalur berbeda lewat Super One. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Orang selalu mengeluh: mobil listrik itu membosankan. Tidak punya jiwa.

Bayangkan ini. Anda melaju kencang. Tapi kabinnya senyap. Tidak ada sentakan kasar saat Anda menurunkan gigi (downshift) sebelum masuk tikungan. Tidak ada raungan mesin saat pedal gas diinjak usai melewati apex.

Semuanya terasa datar. Dingin. Tanpa emosi. Kencang, tapi hampa.

Honda Jepang tahu betul penyakit ini. Mereka tidak mau latah. Tidak mau ikut-ikutan tren pabrikan Tiongkok seperti BYD, Geely, atau Aion. Yang berlomba-lomba membuat SUV listrik berbadan besar, kaya fitur, tapi rasanya generik.

Bukan Jualan Murah: Begini Cara Honda Sindir Mobil Listrik Tiongkok Lewat Super One

Jepang punya cara sendiri mengadopsi elektrifikasi. Mereka masuk lewat compact EV. Mobil listrik ringkas. Ini adalah evolusi dari Kei Car yang lincah di jalanan sempit.

Nissan sudah menyiapkan Sakura. BYD pun bersiap merilis Rocco. Lalu Honda? Mereka meracik senjata rahasianya: Honda Super One.
SindoNews sudah mencicipinya langsung. Di Jepang. Akhir 2025 lalu.

Di sana, Super One sudah bisa dipesan secara pre-order sejak 16 April 2026. Kabar baiknya: Honda Prospect Motor (HPM) akan membawa mobil ini ke Indonesia.

Tapi ingat. Ini bukan mobil untuk mengejar volume penjualan (volume maker). Ini bukan lawan sepadan untuk menyaingi BYD Atto 1 atau Geely EX2.

Posisinya sangat jelas. Ini adalah "toy car". Mobil mainan. Mainan untuk orang dewasa yang mencari kegembiraan dalam mengemudi. Honda menyebutnya: "joy of driving".

Bagaimana cara Honda menyuntikkan jiwa ke dalam baterai yang bisu itu? Solusinya bernama e: Dash Booster. Fitur ini terbagi dalam tiga sensasi utama.

Pertama, Boost Mode. Ini mirip N Grin Boost di Ioniq 5N. Atau seperti tombol turbo saat Anda bermain game Mario Kart.

Ketika tombol ini diaktifkan, tenaga listrik yang tadinya dibatasi di 47 kW langsung melonjak ke 70 kW. Akselerasinya seketika terasa buas. Tombol ini dijamin membuat Anda tersenyum bahkan tertawa di balik kemudi.

Kedua, Active Sound Control. Melaju kencang saja tidak cukup. Otak manusia butuh respons suara (auditory feedback). Maka, insinyur Honda merekayasa mesin virtual di dalam kabin.

Begitu pedal gas ditekan dalam, suara mesin ikut melengking kencang. Adrenalin langsung terpacu. Anda merasa terhubung kembali dengan mesin. Padahal, mobil ini tidak punya knalpot sama sekali.

Ketiga, Virtual Multi Gear Shift. Ini yang luar biasa. Super One punya transmisi virtual 7 percepatan.

Saat Anda mengerem keras masuk tikungan (hard braking) dan menurunkan gigi lewat tuas di setir (paddle shift), mobil ini memberi sentakan perpindahan gigi. Sangat nyata.

Setelah melewati titik puncak tikungan, Anda menginjak gas, mengoper gigi, dan kembali menikmati raungan mesin virtualnya.

Rasanya? Seperti bermain Gran Turismo atau Assetto Corsa di dunia nyata.

Bodinya lincah. Sangat presisi. Ini karena sasisnya ringan. Beratnya hanya 1.090 kg. Sangat enteng untuk ukuran mobil listrik. Penempatan baterai yang tipis di bawah lantai juga membuat pusat gravitasinya sangat rendah.

Jangkauannya pun tidak buruk. Mencapai 274 kilometer dalam mode pengujian WLTC. Cukup untuk wara-wiri harian. Meski memang, angka ini lebih kecil dari BYD Atto 1 standar yang bisa menempuh 300 km.

Tentu saja. Kalau Super One disuruh berjejer menantang mobil-mobil Tiongkok seperti Jaecoo J5 atau Aion UT, ia akan kalah telak. Kalah murah. Kalah lega. Kalah teknologi layar sentuh. Kalah jauh soal kapasitas baterai.

Tapi pembeli Super One bukan tipe orang yang menghitung selisih kapasitas bagasi. Mereka adalah orang yang ingin mobil ganteng. Bersiluet lebar (wide stance). Mobil yang sedap dibawa ke acara kumpul mobil (car meet). Gatal ingin memodifikasinya, dan bangga saat memacunya.

Warnanya pun dipikirkan secara emosional. Ada warna khusus Boost Violet Pearl. Ungu pekat yang terinspirasi kilatan petir di atmosfer atas.

Audionya? Jangan ditanya. Dilengkapi 8 pengeras suara BOSE Premium. Lengkap dengan subwoofer 13,1 liter di bagasi belakang.

Lalu berapa harganya? Belum tahu.

Tapi yang pasti, mobil ini tidak akan murah. Unitnya mungkin akan sangat terbatas. Sama seperti 100 unit Honda Prelude 2026 yang ludes dalam 3 hari.

Super One memang diciptakan bukan untuk mengejar angka penjualan. Ia lahir untuk membuktikan satu hal: mobil listrik bisa sekeren dan seasyik ini.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Didukung TGRI, Eric...
Didukung TGRI, Eric Saputra Juara OMR Agya Mandalika
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Infografis
Begini Cara Mengenali...
Begini Cara Mengenali Mobil yang Bekas Terendam Banjir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved