Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?

Jum'at, 19 Juni 2026 - 16:20 WIB
loading...
A A A
Pertanyaannya: kalau sebagian chip dibuat Intel, apakah kualitas dan efisiensinya setara? Konsumen tidak mau bayar mahal untuk performa atau daya tahan baterai yang justru turun.

Belum ada jawaban. Tapi ini yang harus diawasi.

Kenapa Intel butuh Apple

Buat Intel, ini validasi besar. Intel bertahun-tahun tertinggal dari TSMC. Pesaingnya, AMD, juga menggerogoti: di pasar CPU server, AMD merebut 33 persen pada kuartal I 2026 — naik 6 poin persen dalam setahun.

Pemerintah AS sendiri sudah pegang 10 persen saham Intel; nilainya pernah tembus USD50 miliar.

Trump bahkan berkata "seharusnya minta lebih banyak". Tahun lalu, ia sempat meminta CEO Intel Lip-Bu Tan mundur karena kaitannya dengan Tiongkok — sebelum akhirnya pemerintah jadi pemegang saham terbesar.

Bisnis Intel mulai membaik. Intel Foundry mencatat pendapatan USD5,4 miliar pada kuartal I 2026, naik 20 persen dari kuartal sebelumnya. Laba per saham non-GAAP USD0,29— melampaui prediksi impas. Tan bilang, "2026 adalah tahun eksekusi".

Tapi sahamnya juga sudah mahal. Rasio P/E ke depan 147 kali. Laba 12 bulan terakhir masih minus. Bank of America lewat Vivek Arya menaikkan rekomendasi dari Underperform ke Buy, dengan target harga USD135 dari sebelumnya USD96.

Apa dampak bagi konsumen?

Jangka pendek: belum ada yang berubah. Harga gadget bahkan cenderung naik karena lonjakan harga chip AI.

Jangka panjang: pasokan berpotensi lebih aman, dan persaingan TSMC vs Intel bisa menyehatkan pasar buat konsumen.
Tapi semua bergantung pada satu kata: eksekusi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apple Terjun di Formula...
Apple Terjun di Formula 1, Begini Ekosistem Teknologinya
CEO Ford Sebut Xiaomi...
CEO Ford Sebut Xiaomi SU7 adalah Apple-nya China
Apple CarPlay Jadi idaman,...
Apple CarPlay Jadi idaman, Mobil Listrik Rivian Punya Pilih Tinggalkan
Ini Penyebab Xiaomi...
Ini Penyebab Xiaomi Lebih Unggul dari Apple dalam Bisnis Mobil Listrik
Apple Resmi Batalkan...
Apple Resmi Batalkan Semua Proyek Mobil Listrik Otonom
Bos Apple Muncul dalam...
Bos Apple Muncul dalam Iklan Porsche Taycan Turbo GT
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Rekomendasi
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Berita Terkini
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 JakartaBandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved