Monster Baru Chevrolet Buat Tentara Amerika Berhasil Dikirim

Minggu, 20 Desember 2020 - 12:33 WIB
loading...
Monster Baru Chevrolet...
General Motors Defense ISV akan jadi kendaraan khusus pasukan infanteri Amerika Serikat. Foto/GM Defense
A A A
JAKARTA - General Motors Defense, anak perusahaan General Motors yang fokus pada kendaraan militer, akhirnya berhasil mengirimkan GM Infantry Squad Vehicle (ISV) ke tentara Amerika Serikat. Sebanyak 649 unit monster baru buatan Chevrolet untuk tentara Amerika Serikat itu akan dijadikan mobil khusus untuk pasukan infanteri.

Disebutkan situs CNET rencananya General Motor Defense akan mengirimkan sebanyak 2.065 unit kendaraan khusus militer itu selama delapan tahun ke depan.

Pihak militer Amerika Serikat diketahui tertarik dengan kendaraan itu karena memang dari segi ukuran ISV buatan GM Defense sangat praktis dan taktis. Mobil tempur itu akan sangat mudah dan ringan dibawa oleh helikopter Black Hawk UH-60 dengan menggunakan sling baja. (Baca juga : Fiat Oltre, Saat Fiat Gagal Meniru dan Mengalahkan Hummer )

Bahkan mobil itu akan tetap muat jika dibawa oleh helikopter yang ukurannya lebih besar, CH-47 Chinook. Tentu hal itu tidak akan bisa dilakukan oleh Humvee atau Hummer yang ukurannya memang sangat fantastis.

Untuk pembuatan mobil tempur itu GM Defense diketahui menggunakan basis mobil komersial ringan mereka, Chevrolet Colorado ZR2. MObil itu tetap menggunakan mesin yang digendong Chevrolet Colorado ZR2 yakni mesin 2.8L Duramax turbo diesel yang bisa menggelontorkan tenaga sebesar 186 daya kuda.

Gelontoran tenaga itu makin menarik karena GM Defense mencopot habis badan mobil asli dan menggantinya dengan desain mobil tempur buatan mereka yang tidak lagi menggunakan badan utuh mobil tersebut. Seluruh badan mobil diganti dengan rollbar yang dibuat untuk melindungi tubuh para tentara infanteri.

Mobil ini memang terkesan tidak melindungi karena ketiadaan badan mobil. Hanya saja sejatinya mobil ini memang bertugas untuk mengantarkan pasukan infanteri yang memang selalu menempuh jalan darat dengan berjalan kaki. (Baca juga : Bentley, Lamborghini dan Ducati Batal Dijual Volkswagen AG )

Pihak militer Amerika Serikat mengidentifikasi kebutuhan mobil taktis dan ringan seperti ISV itu pada 2015. Waktu itu mereka meminta kepada pemerintah Amerika Serikat agar membuat sebuah kendaraan taktis yang bisa membantu pasukan infanteri melewati berbagai medan berat.

Saat itu permintaan itu akhirnya disetujui. Hanya saja finalisasi kendaraan tidak jadi karena memang belum ada pabrikan otomotif yang mau mengambil kesempatan itu. Baru ketika militer Amerika Serikat mengadakan kompetisi untuk persiapan tahun finansial 2018, National Defense Authorization Act yang memberikan hadiah USD1 juta bagi yang menang, barulah banyak pabrikan otomotif yang ikutan. Saat itulah GM Defense memberikan mobil ISV yang akhirnya jadi kendaraan resmi pasukan infanteri Amerika Serikat.

"Keberhasilan kita dengan ISV merupakan bukti komitmen kami kepada negara dan konsumen kami. Ini juga menujukkan keunikan kemampuan dan bakat kami dalam memenuhi akan kebutuhan kendaran-kendaraan militer," ujar David Albritton, General Motors Defense President.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
90% Pemilik Mobil GM...
90% Pemilik Mobil GM Merasa Tidak Nyaman karena AI
Bukan Mobil Perang,...
Bukan Mobil Perang, Ini 6 Mobil Sipil Anti Peluru yang Legal di Jalan Raya
Hyundai Siap Kerahkan...
Hyundai Siap Kerahkan Pasukan Tentara Robot di CES 2026
Jeep Gladiator Resmi...
Jeep Gladiator Resmi Meluncur, Mobil Pikap Double Cabin Seharga Rp2,5 Miliar Lebih
General Motors Ciptakan...
General Motors Ciptakan Pelek Mobil Berteknologi Supercanggih
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Berita Terkini
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 JakartaBandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved