Xiaomi Siap Bangun 30.000 Toko Baru untuk Jual Mobil dan Ponsel

Senin, 08 November 2021 - 21:00 WIB
loading...
Xiaomi Siap Bangun 30.000 Toko Baru untuk Jual Mobil dan Ponsel
Mobil listrik otonom milik Xiaomi akan resmi diproduksi di 2024. Foto/IST
A A A
CHINA - Perusahaan telekomunikasi raksasa China, Xiaomi akan membangun 30.000 toko baru dalam waktu 2-3 tahun ke depan. Toko-toko itu tidak hanya menjual ponsel tapi juga mobil listrik.

Dilaporkan Autoevolution Xiaomi berusaha menggenjot jumlah toko yang mereka miliki secepatnya. Hal itu terjadi karena pada 2024 direncanakan mobil listrik buatan Xiaomi sudah melakukan debut perdana. Seiring dengan debut itu, toko-toko baru yang dibangun Xiaomi bisa langsung menghadirkan mobil itu berdampingan dengan produk-produk elektronik yang sudah dibuat Xiaomi.

Kehadiran mobil listrik Xiaomi itu juaga akan membuat toko Xiaomi berubah dari segi ukuran. Ribuan toko-toko baru itu nantinya harus berdiri di atas lahan seluas 600 meter persegi. Jadinya pengunjung toko Xiaomi bisa mlangsung mencoba mobil listrik tersebut.

Baca juga : 5 Nissan GT-R Rasa Italia Sudah Mulai Dikirim ke Konsumen

Xiaomi Siap Bangun 30.000 Toko Baru untuk Jual Mobil dan Ponsel


Sebelumnya Reuters melaporkan CEO Xiaomi Lei Jun menyebutkan produksi mobil listrik Xiaomi akan dimulai semester pertama tahun 2024. Selain itu Xiaomi juga sudah menyuntikkan modal sebesar USD10 miliar atau setara Rp140,2 triliun untuk memproduksi mobil listrik itu.

"Kendaraan pintar listrik menjadi peluang bisnis terbesar pada dekade mendatang dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari gaya hidup pintar,” ujar Lei Jun.

Baca juga : Ini Dia Powerbank Buat Mobil Listrik Buatan Zipcharge

Ambisi dan semangat Xiaomi guna merealisasi mobil listrik memang mengejutkan. Pasalnya perusahaan telekomunikasi raksasa seperti Apple saja kesulitan untuk mewujudkan mimpi yang sama. Hingga kini Apple masih kesulitan mencari rekan yang sesuai untuk memproduksi mobil listrik Apple .

Perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook itu sudah mengajak beberapa pabrikan otomotif raksasa dunia dari Jepang, Korea Selatan hingga China. Hanya saja banyak dari mereka yang justru menolak ajakan itu.
(wsb)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1621 seconds (10.55#12.26)