Mengakselerasi Ekosistem dan Regulasi Euro4 Cara Hino
Selasa, 15 Maret 2022 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Nissan Magnite 7 Kursi Bakal Bikin Panas Segmen SUV Kompak
Mesin common rail Hino Euro4 juga memiliki Variable Nozzle Turbo (VNT) untuk meningkatkan suplai udara ke ruang bakar untuk menghasilkan tenaga secara responsif, serta ECU generasi terbaru yang telah terintegrasi dengan EDU.
Dengan beragam teknologi di dalamnya membuat mesin common rail Hino memiliki emisi gas buang ramah lingkungan, efisiensi bahan bakar yang baik, dan menghasilkan suara mesin halus dan minim getaran.
![Mengakselerasi Ekosistem dan Regulasi Euro4 Cara Hino]()
Presiden Direktur PT Hino Motors Manufactruing Indonesia (HMMI) Masahiro Aso menyebutkan, untuk mencapai target emisi gas buang yang ditetapkan, sebaiknya menggunakan bahan bakar solar dengan minimal Cetane Number 51 dan kandungan sulfur maksimal 50ppm. "Untuk itu HMMI memberikan jaminan kualitas, karena Hino Indonesia telah berpengalaman dalam memproduksi kendaraan Euro4 untuk pasar ekspor,” katanya.
Kesiapan itulah yang membuat Hino benar-benar terlihat matang dalam menyambut regulasi Euro4 yang aktif pada April 2022 nanti. Mereka seakan sudah siap untuk menggerakkan seluruh ekosistem yang telah mereka miliki untuk mengakselerasi regulasi Euro4.
Sementara Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan langkah pabrikan kendaraan komersial, seperti Hino, dengan memproduksi kendaraan berstandar Euro4 membuktikan bahwa produsen kendaraan sudah merealisasikan komitmennya. “Sekarang yang perlu dilakukan adalah jaminan pasokan yang sesuai dengan kebutuhan, juga perlu dipikirkan soal harga jual BBM Euro4 agar terjangkau oleh pengguna kendaraan komersial. Misal untuk angkutan sembako diberikan harga BBM khusus,” pungkasnya.
Mesin common rail Hino Euro4 juga memiliki Variable Nozzle Turbo (VNT) untuk meningkatkan suplai udara ke ruang bakar untuk menghasilkan tenaga secara responsif, serta ECU generasi terbaru yang telah terintegrasi dengan EDU.
Dengan beragam teknologi di dalamnya membuat mesin common rail Hino memiliki emisi gas buang ramah lingkungan, efisiensi bahan bakar yang baik, dan menghasilkan suara mesin halus dan minim getaran.
.jpg)
Presiden Direktur PT Hino Motors Manufactruing Indonesia (HMMI) Masahiro Aso menyebutkan, untuk mencapai target emisi gas buang yang ditetapkan, sebaiknya menggunakan bahan bakar solar dengan minimal Cetane Number 51 dan kandungan sulfur maksimal 50ppm. "Untuk itu HMMI memberikan jaminan kualitas, karena Hino Indonesia telah berpengalaman dalam memproduksi kendaraan Euro4 untuk pasar ekspor,” katanya.
Kesiapan itulah yang membuat Hino benar-benar terlihat matang dalam menyambut regulasi Euro4 yang aktif pada April 2022 nanti. Mereka seakan sudah siap untuk menggerakkan seluruh ekosistem yang telah mereka miliki untuk mengakselerasi regulasi Euro4.
Sementara Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan langkah pabrikan kendaraan komersial, seperti Hino, dengan memproduksi kendaraan berstandar Euro4 membuktikan bahwa produsen kendaraan sudah merealisasikan komitmennya. “Sekarang yang perlu dilakukan adalah jaminan pasokan yang sesuai dengan kebutuhan, juga perlu dipikirkan soal harga jual BBM Euro4 agar terjangkau oleh pengguna kendaraan komersial. Misal untuk angkutan sembako diberikan harga BBM khusus,” pungkasnya.
(wsb)
Lihat Juga :