Upaya JACCS MPM Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif
Senin, 25 Juli 2022 - 05:13 WIB
loading...
Usai pandemi Industri otomotif kian bergeliat. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Pasar otomotif yang mulai tumbuh usai dilanda pandemi Covid-19, mendorong PT JACCS Mitra Pinasthika Mustika Finance Indonesia (Perseroan), telah melakukan penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi luar negeri (offshore syndicated facility) dengan 20 lembaga keuangan pada tanggal 1 Juli 2022.
BACA JUGA - Industri Otomotif Tertatih Dihantam Pandemi
Fasilitas yang diperoleh bernilai total USD250 Juta ekuivalen atau setara dengan Rp3,7 Triliun ini dikeluarkan dalam dua mata uang yaitu Dollar Amerika Serikat (USD) dan Yen Jepang (JPY) untuk jangka waktu 4 tahun.
Bertindak sebagai Mandated Lead Arrangers, Underwriters dan Bookrunners dalam fasilitas ini adalah MUFG Bank, Ltd. (MUFG) dan Mizuho Bank, Ltd. (Mizuho).
Fasilitas pinjaman sindikasi luar negeri kali ini merupakan yang ke-6 kalinya diperoleh Perseroan. Sebelumnya pada bulan Mei 2019, Perseroan juga berhasil memperoleh fasilitas serupa dengan nilai USD250 juta dari 20 lembaga keuangan. Perseroan juga berhati-hati dalam rencana pendanaannya, diantaranya dengan mengurangi porsi pinjaman valuta asing. Tentunya hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan dan kondisi pasar.
“Fasilitas pinjaman sindikasi luar negeri seperti ini merupakan salah satu langkah strategis Perseroan sebagai bentuk diversifikasi sumber pendanaan di samping fasilitas pinjaman bank bilateral dari dalam dan luar negeri”, ungkap Hajimu Yukimoto, Direktur Keuangan JACCS MPM Finance Indonesia.
BACA JUGA - Industri Otomotif Tertatih Dihantam Pandemi
Fasilitas yang diperoleh bernilai total USD250 Juta ekuivalen atau setara dengan Rp3,7 Triliun ini dikeluarkan dalam dua mata uang yaitu Dollar Amerika Serikat (USD) dan Yen Jepang (JPY) untuk jangka waktu 4 tahun.
Bertindak sebagai Mandated Lead Arrangers, Underwriters dan Bookrunners dalam fasilitas ini adalah MUFG Bank, Ltd. (MUFG) dan Mizuho Bank, Ltd. (Mizuho).
Fasilitas pinjaman sindikasi luar negeri kali ini merupakan yang ke-6 kalinya diperoleh Perseroan. Sebelumnya pada bulan Mei 2019, Perseroan juga berhasil memperoleh fasilitas serupa dengan nilai USD250 juta dari 20 lembaga keuangan. Perseroan juga berhati-hati dalam rencana pendanaannya, diantaranya dengan mengurangi porsi pinjaman valuta asing. Tentunya hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan dan kondisi pasar.
“Fasilitas pinjaman sindikasi luar negeri seperti ini merupakan salah satu langkah strategis Perseroan sebagai bentuk diversifikasi sumber pendanaan di samping fasilitas pinjaman bank bilateral dari dalam dan luar negeri”, ungkap Hajimu Yukimoto, Direktur Keuangan JACCS MPM Finance Indonesia.
Lihat Juga :