Menakar Kesiapan Indonesia Menyambut Kehadiran Mobil Canggih di Masa Depan
Rabu, 28 September 2022 - 11:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : New Honda Vario 125 Garapan Bengkel Modifikasi Bekasi Ini Sukses Bikin Takjub
Beralih kembali ke kendaraan listrik, Bebin mengakui bahwa memang kendaraan listrik di Indonesia masih mahal. Hal tersebut dipicu oleh baterai.
"Itu (Baterai) yang belum bisa diatasi, untuk skala dunia pun masih belum bisa diatasi, dan ini teknologinya terus dikembangkan, masih mencari alternatif bahan baterai yang baru, supaya bisa mendapatkan kualitas yang diharapkan," jelas Bebin.
Kualitas yang dimaksud oleh Bebin, dalam artian yakni waktu charging yang semakin singkat, tidak terjadi kenaikan suhu ketika charging, kemampuan menyimpan listrik, dan jarak tempuhnya lebih jauh. Kualitas-kualitas tersebut lah yang tengah dikejar oleh para produsen kendaraan.
Mengenai soal daya tahan baterai, saat ini Bebin melihat sudah ada yang bisa menjamin bahwa usia baterai di atas 8 tahun. Harganya pun tiap tahunnya semakin murah.
"Dibanding 10 tahun yang lalu sudah turun sekitar 80%, jadi harga baterai 10 tahun yang lalu itu tiga kali lipat lebih mahal dari sekarang, makannya sekarang kendaraan-kendaran yang harganya masih cukup tinggi sudah bisa menjangkau diatas 600 km per charging, dulu harga segitu baru 300 k," kata Bebin.
Lantas kapan harga mobil listrik dan baterai di Indonesia bisa lebih terjangkau? Mengenai hal tersebut, Bebin mengatakan, hal itu akan terjadi apabila semakin banyak pabrik yang memproduksi baterai hadir di Indonesia.
"Ketika pabrik baterai sudah beropreasi, sekitar dua tahun lagi, jelas itu akan membantu dari sisi harga. karena ketika sudah berproduksi dan yang bisa memanfaatkan produk dari baterai itu kan cukup luas, dari mulai kendaraan pribadi maupun komersil," tutupnya.
Beralih kembali ke kendaraan listrik, Bebin mengakui bahwa memang kendaraan listrik di Indonesia masih mahal. Hal tersebut dipicu oleh baterai.
"Itu (Baterai) yang belum bisa diatasi, untuk skala dunia pun masih belum bisa diatasi, dan ini teknologinya terus dikembangkan, masih mencari alternatif bahan baterai yang baru, supaya bisa mendapatkan kualitas yang diharapkan," jelas Bebin.
Kualitas yang dimaksud oleh Bebin, dalam artian yakni waktu charging yang semakin singkat, tidak terjadi kenaikan suhu ketika charging, kemampuan menyimpan listrik, dan jarak tempuhnya lebih jauh. Kualitas-kualitas tersebut lah yang tengah dikejar oleh para produsen kendaraan.
Mengenai soal daya tahan baterai, saat ini Bebin melihat sudah ada yang bisa menjamin bahwa usia baterai di atas 8 tahun. Harganya pun tiap tahunnya semakin murah.
"Dibanding 10 tahun yang lalu sudah turun sekitar 80%, jadi harga baterai 10 tahun yang lalu itu tiga kali lipat lebih mahal dari sekarang, makannya sekarang kendaraan-kendaran yang harganya masih cukup tinggi sudah bisa menjangkau diatas 600 km per charging, dulu harga segitu baru 300 k," kata Bebin.
Lantas kapan harga mobil listrik dan baterai di Indonesia bisa lebih terjangkau? Mengenai hal tersebut, Bebin mengatakan, hal itu akan terjadi apabila semakin banyak pabrik yang memproduksi baterai hadir di Indonesia.
"Ketika pabrik baterai sudah beropreasi, sekitar dua tahun lagi, jelas itu akan membantu dari sisi harga. karena ketika sudah berproduksi dan yang bisa memanfaatkan produk dari baterai itu kan cukup luas, dari mulai kendaraan pribadi maupun komersil," tutupnya.
(wsb)
Lihat Juga :