Bos Stellantis Desak Eropa Pasang Tarif Tinggi untuk Mobil China

Rabu, 26 Oktober 2022 - 14:20 WIB
loading...
Bos Stellantis Desak...
Menjadi ancaman, Eropa didesak pasang tarif tinggi untuk mobil China yang beredar di Uni Eropa. FOTO/ IST
A A A
PARIS - Carlos Tavares, CEO Stellantis telah meminta Uni Eropa untuk mengenakan tarif yang lebih tinggi pada pembuat mobil China.

Tavares menunjukkan bahwa produsen mobil Cina dapat menyusup ke pasar mobil Eropa arus utama dengan menjual pada awalnya merugi, untuk mendapatkan keuntungan.

BACA JUGA - Daihatsu Akui Mobil Listrik Murah Buatan China Ancaman Terbesar Otomotif Jepang

Seperti dilansir dari Autopro, Rabu (26/10/2022), saat ini, mobil yang diproduksi di Eropa menghadapi tarif sekitar 15 persen hingga 25 persen di China, dibandingkan tarif 10 persen untuk mobil buatan China yang masuk ke Eropa.

Dengan langkah baru-baru ini oleh BYD, NIO, MG, Polestar, dan GWM, pembuat mobil China mulai mengukir ceruk untuk diri mereka sendiri di pasar Eropa dengan mobil murah yang diproduksi di China.

BYD membuat langkah strategis ke Eropa dan telah meluncurkan beberapa model mobil yang ditargetkan untuk pasar Eropa. Baru-baru ini, pembuat mobil mengumumkan kesepakatan untuk menjual 100.000 kendaraan listrik ke agen penyewaan terkemuka Jerman Sixt.

Di sisi lain, GWM akan memperkenalkan lini mobil Ora dan Wey di Eropa, sementara NIO baru-baru ini mengumumkan opsi pembelian untuk konsumen di empat negara Eropa, mulai tahun 2023.

Menurut kelompok lingkungan Transport and Environment, mobil China akan menyumbang 5 persen dari BEV yang dijual di Eropa pada 2022, dan angka itu bisa meningkat menjadi 18 persen pada 2025.

Mr Tavares juga menyebutkan diskusinya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang telah vokal tentang dorongan dari produsen EV China dan Amerika di Eropa.

Sementara itu, Macron telah menyuarakan pendapatnya, menyerukan reformasi kebijakan untuk melindungi produsen Eropa dari meningkatnya persaingan dari perusahaan China dan Amerika.

Meskipun rencana untuk menaikkan tarif mungkin menguntungkan Eropa dalam jangka panjang, rencana tersebut mungkin tidak menguntungkan Jerman.Meskipun Jerman dan China memiliki perbedaan ideologis, kedua negara telah diuntungkan satu sama lain di kancah otomotif.

Pembuat mobil Jerman telah melakukan investasi yang signifikan dalam usaha patungan dengan sekutu China mereka. Contohnya banyak seperti BMW dengan BBA, Daimler dengan BAIC, dan usaha patungan Volkswagen/SAIC, yang terakhir membuat pabrik Volkswagen di Urumqi, Xinjiang. Faktanya, pembuat mobil Jerman seperti BMW, Mercedes, dan Volkswagen menjual lebih banyak mobil di China daripada di pasar mereka yang lain.

Setiap langkah Uni Eropa, tentunya mereka berusaha untuk tidak berdampak negatif pada merek-merek Eropa di Asia dan Eropa akan mengambil pendekatan yang hati-hati dalam hal ini.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Kursi Tanpa Gravitasi...
Kursi Tanpa Gravitasi Mobil Listrik China Picu Masalah Baru
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Industri Otomotif China...
Industri Otomotif China Mulai Meninggalkan Masa Keemasan dan Memilih Perang AI
Mobil Listrik TikTok...
Mobil Listrik TikTok Siap Meluncur Tahun Ini, ByteDance Siapkan Kejutan
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Intip Kinerja MPMX Mengawali...
Intip Kinerja MPMX Mengawali 2026: Profitabilitas Meningkat di Tengah Dinamika Pendapatan
IIMS Jakarta 2026 Selesai...
IIMS Jakarta 2026 Selesai Digelar, Hadirkan Solusi Finansial Holistik bagi Industri Otomotif
Rekomendasi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Berita Terkini
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 JakartaBandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
Infografis
Empat Indikator Uni...
Empat Indikator Uni Eropa Bersiap untuk Perang Besar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved