Baterai Mobil Listrik Nikel versus Lithium, Mana yang Lebih Unggul?
Jum'at, 02 Februari 2024 - 09:48 WIB
Baterai LFP dapat bertahan hingga 2.000-4.000 siklus pengisian dan pengosongan, jauh lebih lama dari baterai lithium-ion standar yang umumnya hanya 500-1.000 siklus. Hal ini membuat baterai LFP lebih hemat biaya dalam jangka panjang, terutama untuk perangkat yang membutuhkan pengisian daya yang sering.
Baterai LFP dapat dengan mudah mengeluarkan daya secara konsisten, bahkan pada tingkat pengosongan tinggi. Ini membuatnya ideal untuk aplikasi yang membutuhkan kinerja tinggi, seperti kendaraan listrik.
Besi dan fosfat, bahan utama baterai LFP, adalah sumber daya yang melimpah dan harganya lebih murah dibandingkan dengan nikel dan kobalt yang dibutuhkan untuk beberapa jenis baterai lithium-ion lainnya. Ini berpotensi membuat baterai LFP lebih terjangkau di masa depan.
Baterai LFP dapat disimpan dalam keadaan kosong untuk waktu yang lama tanpa mengalami penurunan performa signifikan.
Baterai LFP tidak mengandung kobalt, mineral yang penambangannya sering dikaitkan dengan isu lingkungan dan pelanggaran hak asasi manusia.
3. Daya stabil
Baterai LFP dapat dengan mudah mengeluarkan daya secara konsisten, bahkan pada tingkat pengosongan tinggi. Ini membuatnya ideal untuk aplikasi yang membutuhkan kinerja tinggi, seperti kendaraan listrik.
4. Bahan baku melimpah dan murah
Besi dan fosfat, bahan utama baterai LFP, adalah sumber daya yang melimpah dan harganya lebih murah dibandingkan dengan nikel dan kobalt yang dibutuhkan untuk beberapa jenis baterai lithium-ion lainnya. Ini berpotensi membuat baterai LFP lebih terjangkau di masa depan.
5. Penyimpanan yang baik
Baterai LFP dapat disimpan dalam keadaan kosong untuk waktu yang lama tanpa mengalami penurunan performa signifikan.
6. Ramah lingkungan
Baterai LFP tidak mengandung kobalt, mineral yang penambangannya sering dikaitkan dengan isu lingkungan dan pelanggaran hak asasi manusia.
Lihat Juga :