VinFast Pede Ekspansi Global dan Masuk Pasar Indonesia Padahal Terus Merugi

Sabtu, 24 Februari 2024 - 15:05 WIB
“Tahun ini, kami berekspansi secara global dan memiliki semua kendaraan, termasuk model setir kanan. Jadi kami yakin bahwa kami akan mencapai target,” kata Le Thi Thu Thuy, chairwoman perusahaan, kepada Reuters.

Berbeda dengan produsen lain yang memangkas target penjualan EV dan mengurangi rencana investasi karena melemahnya permintaan di pasar utama seperti Amerika Serikat, VinFast tetap percaya diri dengan momentum penjualan mobil listrik yang berkelanjutan.

VinFast sejak Maret tahun lalu berambisi menaklukkan pasar Amerika lewat SUV VF 8. Mereka juga berencana membangun pabrik mobil listrik senilai USD4 miliar di Chatham County, North Carolina. Ditargetkan pabrik itu akan memiliki kapasitas 150.000 kendaraan setelah selesai di 2025 mendatang.

Sayangnya, sepanjang 2023, penjualan mereka di Amerika Utara tidak sampai 1.000 unit mobil.

Le Thi Thu Thuy beralasan, pembangunan diler baru di Amerika tahun ini akan mendorong penjualan VinFast di 2024. Mulanya, VinFast ingin meniru cara berjualan langsung (direct to sales) ala Tesla, tapi gagal. Sekarang, mereka berjualan dengan cara “hybrid”. Ada yang langsung ke konsumen, juga tetap bekerja sama dengan diler.

70 Persen Penjualan Berasal dari Vietnam

Terlepas dari ekspansi besar-besaran VinFast, harus dicermati bahwa penjualan mereka sangat tergantung pada permintaan domestik. Jadi, mereka belum pernah terbukti berhasil di pasar global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!