Penjualan BYD di Inggris Meledak 880% Walau Tanpa Subsidi Pemerintah

Rabu, 08 Oktober 2025 - 09:06 WIB
Sejak diperkenalkan kembali pada bulan Juli, program insentif mobil listrik di negara itu secara terang-terangan mengecualikan merek-merek asal China. Fakta ini menjadi kritik tajam bagi kebijakan proteksionisme lokal; bahwa produk yang kompetitif akan tetap menemukan jalannya, bahkan ketika dijegal secara sistemik.

Meskipun berpesta di Inggris—di mana total penjualan mobil listrik baterai naik 29,1% menjadi 72.779 unit menurut data SMMT—gambaran besar bagi BYD tidak sepenuhnya cerah. Di panggung global, awan kelabu mulai berkumpul.

Pekan lalu, perusahaan mencatat penurunan pengiriman tahunan pertamanya di tahun 2025, dengan angka merosot hampir 6%. Menurut dua orang sumber internal, BYD bahkan telah memangkas target penjualan tahunan mereka secara signifikan, turun sebesar 16% menjadi 4,6 juta kendaraan. Kegelisahan pasar ini tercermin pada harga saham BYD yang turun 1,3% di bursa Hong Kong pada hari Senin.

Kisah BYD saat ini adalah sebuah narasi tentang dua takdir yang kontradiktif. Di satu sisi, mereka adalah penakluk yang tak terbendung di Eropa, dengan penjualan meroket lebih dari 200% per Agustus (menurut data ACEA), sementara penjualan Tesla di benua yang sama justru anjlok lebih dari 36%. Di sisi lain, mereka adalah raksasa yang mulai merasakan tekanan dipasarglobal.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!