Chery Pamer Baterai Solid-State Tembus 1.300 KM, Jakarta-Bali Cukup Sekali Cas?

Senin, 20 Oktober 2025 - 08:50 WIB
Namun, di balik euforia teknologi 600 Wh/kg ini, terdapat satu hambatan fundamental yang akan menentukan disrupsi pasar: Biaya.

Laporan industri memperkirakan bahwa harga baterai all-solid-state saat ini 2,8 kali lipat lebih mahal dibanding baterai lithium-ion cair konvensional. Biaya tinggi ini disebabkan oleh material sulfida yang mahal dan tingkat yield (hasil) produksi yang masih rendah.

Meskipun tim dari Universitas Tsinghua baru-baru ini juga mengembangkan sel SSB 604 Wh/kg, tantangan terbesar bagi Chery bukanlah membuktikan kelayakan teknis, melainkan memecahkan teka-teki produksi massal yang efisien secara biaya.

Dampak pada Pasar EV

Proyeksi dari EVTank memperkirakan pengiriman SSB global akan mencapai 614 GWh pada tahun 2030 (mewakili lebih dari 10% total output baterai), dengan ukuran pasar melebihi 250 miliar yuan (setara Rp581,25 triliun).

Pengumuman Chery adalah deklarasi bahwa era baru EV ada di depan mata. Jika Chery berhasil mengatasi hambatan biaya sebesar 2,8x lipat dan memulai industrialisasi pada 2027 seperti yang direncanakan, hal ini akan mendefinisikan ulang standar industri.

Teknologi baterai cair yang mendominasi pasar saat ini berpotensi menjadi usang lebih cepat dari yang diperkirakan. Pasar kini mengamati siapa yang akan memenangkan perlombaanmanufakturini.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!