Akhirnya, Nissan Bertobat dan Siap Belajar dari Kesalahan

Rabu, 30 Desember 2020 - 05:00 WIB
"Hasilnya, kami memiliki mobil yang tidak sesuai. Portofolio besar yang sama sekali tidak bisa kami kelola. Bisnis otomotif ini sangat bergantung pada invesasi. Jika kita tidak memiliki pendapatan, kita tidak akan bisa memproduksi mobil baru," sambungnya. (Baca juga : Keren, New York Jadikan Tesla Model Y Mobil Detektif )

Selain itu untuk memulai ulang, Nissan menganggap perlu adanya rasionalisasi. Itulah mengapa akhirnya Nissan menutup banyak pabrik mereka di beberapa negara termasuk di Indonesia. Mereka juga mengintensifkan kerja sama dengan Renault yang memiliki keunggulan di mobil-mobil supermini dan van. Fokus lainnya adalah menguatkan pengembangan mobil listrik , mobil sport dan mobil berbadan besar yang memang sangat disukai di Amerika Serikat.

Dan hal itu mereka sudah buktikan dengan meluncurkan SUV bongsor Nissan Armada , mobil listrik Nissan Ariya dan mobil sport baru Nissan Proto Z.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!