Takut Nongkrong Karena Covid-19, Startup Samasta Tawarkan Layanan Ngopi Berlangganan

Selasa, 04 Agustus 2020 - 10:06 WIB
loading...
Takut Nongkrong Karena...
Kopi siap minum berbasis langganan dan ramah lingkungan ala startup ‘Samasta’ tumbuh pesat di Masa Pandemi Covid-19.
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang membuat tingkah laku konsumen berubah, ternyata memunculkan kesempatan usaha baru. Salah satunya startup Samasta, yang menghadirkan produk minuman kopi siap minum berbasis langganan. Startup tersebut lahir di masa pandemi. BACA JUGA: Digitarasa Kembali Buka Pelatihan untuk Usaha Kuliner.

Takut Nongkrong Karena Covid-19, Startup Samasta Tawarkan Layanan Ngopi Berlangganan


”Kami ingin memberikan solusi bagi para kaum millennials Jakarta yang rindu untuk menikmati minum kopi nikmat ala kafe atau coffee shop di rumah,” ujar Kanta Nandana, Founder dan CEO Samasta.

Sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengeluarkan peraturan pembatasan kegiatan di luar rumah dan penutupan operasional sementara tempat-tempat komersial seperti restoran, kafe dan mall, parktis kegiatan berkumpul dengan teman dan nongkrong di coffee shop ala kaum millennials terpaksa harus dihindari.

“Millennials Jakarta kan hobinya nongkrong di coffee shop , buat kerja atau hang-out sama teman. Terus sekarang ada pembatasan jam operasional di beberapa tempat dan ada himbauan dari pemerintah untuk mengurangi keluar rumah. Ini ide awal terbentuknya Samasta,” ujar Kanta, yang sebelumnya memiliki pengalaman mengembangkan startup retail dan fintech di Indonesia dan Singapura.

Samasta, lanjut Kanta, ingin menghadirkan minuman kopi siap minum yang diantar langsung ke rumah konsumen secara rutin.

APA ITU LAYANAN KOPI BERLANGGANAN?
Takut Nongkrong Karena Covid-19, Startup Samasta Tawarkan Layanan Ngopi Berlangganan

Kopi berlangganan memiliki model bisnis berbeda dengan konsep on-demand coffee yang telah banyak beredar di pasaran. Layanan ini unik, karena karena konsumen dapat menentukan sendiri jumlah pesanan kopi yang ingin dikirim dalam sebulan, frekuensi pengiriman pesanan hingga waktu pengiriman.

Konsumen juga bebas untuk menentukan menu pilihan kopi favorit mereka. Hanya perlu melakukan pembayaran sekali di awal setiap bulan sesuai paket langganan yang diinginkan.

Selanjutnya tinggal menunggu pesanan kopinya diantar ke alamat tempat tinggal atau tempat kerja sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan di awal.

”Untuk sementara kita masih gunakan mini site di https://bio.fm/samasta . Namun, kedepannya akan ada aplikasi untuk bisa atur jadwal pengiriman, pembayaran, dan lainnya,” ujar Kanta yang pernah menjadi Country Manager Luno Indonesia, platform mata uang kripto.

BACA JUGA: 10 Tips Mengoptimalkan Semua Fitur Redmi 9.

Layanan kopi berlangganan sebenarnya tidak asing. Terutama di negara seperti Amerika dan Singapura. Di Amerika, misalnya, ada startup seperti MistoBox, Trade Coffee dan Bean Box.

”Yang berbeda, di luar kebanyakan hanya jual biji kopinya saja. Jadi konsumen harus bikin sendiri kopinya di rumah. Di Samasta kita udah kirim ready-to-drink coffee dalam kemasan botol kaca,” bebernya.

RAMAH LINGKUNGAN
Takut Nongkrong Karena Covid-19, Startup Samasta Tawarkan Layanan Ngopi Berlangganan

Selain mengusung konsep kopi berlangganan, Kanta menjelaskan bahwa kopi Samasta ramah lingkungan karena tidak menggunakan plastik sama sekali untuk kemasan produknya.

Samasta menggunakan kemasan botol kaca buatan salah satu brand furnitur dan perabotan rumah tangga ternama dunia yang berbasis di Swedia.

“Sekarang bisnis kopi udah banyak dimana-mana, tapi hampir semuanya masih menggunakan gelas plastik, sedotan plastik dan tas plastik. Kita tidak mau seperti itu. Kita menggunakan botol kaca yang bisa digunakan selamanya oleh konsumen, bahkan mereka bisa pilih opsi refill kalau kopinya sudah abis dan nanti bisa dapet diskon/cashback,” beber Kanta.

Opsi refill botol ini adalah strategi Samasta untuk mengajak konsumen menerapkan budaya ramah lingkungan dengan menawarkan diskon dan cashback untuk setiap botol kosong yang dikembalikan.

BACA JUGA: Erajaya Babat Harga Smartphone Rp5,5 Juta Lewat Eraspacetival.

“Konsumen kan harus diberikan insentif atas usaha mereka mau menerapkan budaya ramah lingkungan. Makanya kita tawarkan harga spesial / diskon di pembelanjaan selanjutnya setelah mereka mengembalikan botol-botol kosongnya” ujarnya.

Dengan kapasitas produksi yang tergolong masih kecil, Samasta telah mendistribusikan lebih dari 1,000 botol kopi ke konsumen di Jabodetabek. Jumlah pengguna Samasta juga telah meningkat lebih dari 10x lipat sejak awal didirikan pada Mei 2020 lalu.

Adapun untuk biaya berlangganan, Samasta mematok Rp182 ribu per bulan (2 Liter kopi) hingga Rp1,4 juta per bulan (16 liter). ”Dua liter sekitar 10 gelas ukuran kopi kekinian pada umumnya,” ungkap Kanta.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UMKM Kopi Wonosalam...
UMKM Kopi Wonosalam Berhasil Go International, Rahasianya Ada di Sistem Toyota?
Dua SUV MG Keliling...
Dua SUV MG Keliling Indonesia Lestarikan Kopi Nusantara
Minta Maaf Lagi, Toyota...
Minta Maaf Lagi, Toyota Pangkas Produksi Mobil Kini 50.000 Unit di Juli
COVID-19 Kembali Merajalela,...
COVID-19 Kembali Merajalela, IIMS Hybrid 2022 Resmi Ditunda
Lepas Stress karena...
Lepas Stress karena Covid, Belanda Buat Program Hancurkan Mobil Bekas
Dikepung Gelombang Baru...
Dikepung Gelombang Baru Covid-19, Gadis-gadis EICMA Tetap Sensual dan Profesional
Kisah Unik Syifa Hadju,...
Kisah Unik Syifa Hadju, Afgan, Sheila Dara, dan Baskara di Balik Secangkir Kopi
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Rekomendasi
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Diduga Jadi Target Berikutnya,...
Diduga Jadi Target Berikutnya, Mas Den Akui Hidup dalam Ketakutan setelah Kehilangan Keluarga!
Berita Terkini
Bentley Siap Luncurkan...
Bentley Siap Luncurkan Mobil Listrik Pertamanya September Tahun Ini
Risiko Berkendara Jarak...
Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Selain Kehabisan Baterai
Dituduh Meniru Porsche...
Dituduh Meniru Porsche Taycan, Bos MG Kehilangan Muka
Baojun Yep Plus: SUV...
Baojun Yep Plus: SUV Kotak Listrik Mirip Suzuki Jimny Harga Rp200 Jutaan
Baojun Huajing S: Wuling...
Baojun Huajing S: Wuling Bikin Kejutan dengan SUV yang Mendekati Kelas Range Rover
Melihat Langsung Dapur...
Melihat Langsung Dapur Perakitan Baterai Wuling di Liuzhou China!
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved