Samsung Siapkan Jebolan SMA dan SMK untuk Hadapi Industri 4.0
Senin, 05 Oktober 2020 - 23:52 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut dia menjelaskan, jebolan SMA dan SMK harus dipersiapkan dan dibekali dengan materi pembelajaran yang tidak hanya dapat meningkatkan keterampilan dasar. Tetapi juga berorientasi pada kebutuhan keterampilan di dunia kerja masa depan, karena di masa depan nanti akan lebih banyak kompetensi baru yang lahir, tuntutan skill baru, pekerjaan baru yang mungkin saat ini belum bisa kita bayangkan.
Tak hanya lingkungan pendidikan, kontribusi perusahaan dan industri pun sangat berperan besar dalam hal ini. Karenanya, pemerintah mengapresiasi apa yang telah dilakukan Samsung untuk mendukung dunia pendidikan Indonesia.
![Samsung Siapkan Jebolan SMA dan SMK untuk Hadapi Industri 4.0]()
"Kami harap program pembelajaran yang Samsung hadirkan bisa menjadi pembekalan bagi para lulusan untuk menghadapi era Industri 4.0 karena sangat penting untuk pendidikan bisa bersinergi selaras dengan link and match dengan dunia industri. Ke depan kami berharap kerja sama ini bisa lebih dalam lagi melibatkan industri dari hulu sampai ke hilir dalam ekosistem penyelenggaraan SMK," papar Wikan.
Di sisi lain, Direktur Manajemen R&D Samsung R&D Indonesia, Risman Adnan menyampaikan, tantangan era Industri 4.0 akan sulit untuk dihadapi para lulusan SMA dan SMK, tanpa dibekali pendidikan yang membentuk keahlian.
Oleh sebab itu, pihaknya menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di era tersebut. "SIC merupakan sebuah program global yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan digitalisasi. Program ini merupakan program berkelanjutan, ke depannya Samsung menargetkan untuk bermitra dengan lebih banyak lagi sekolah di Indonesia,” kata Risman.
Penilaian Ketat
Peserta SIC Project Competition 2020 menampilkan hasil proyek yang diikutsertakan, SMKN 1 Geger –Madiun menghadirkan proyek berjudul Smart Hydroponic Technology (SAHYT), SMK Al Huda –Kediri dengan proyek Sistem Pengairan Otomatis (Smart Irrigation System) Berbasis Arduino, BINUS SCHOOL Simprug –Jakarta dengan proyek 2D Platformers Arcade Game, dan BINUS SCHOOL Serpong –Tangerang dengan proyek Automatic Dispenser For Hand Sanitizers.
Tak hanya lingkungan pendidikan, kontribusi perusahaan dan industri pun sangat berperan besar dalam hal ini. Karenanya, pemerintah mengapresiasi apa yang telah dilakukan Samsung untuk mendukung dunia pendidikan Indonesia.

"Kami harap program pembelajaran yang Samsung hadirkan bisa menjadi pembekalan bagi para lulusan untuk menghadapi era Industri 4.0 karena sangat penting untuk pendidikan bisa bersinergi selaras dengan link and match dengan dunia industri. Ke depan kami berharap kerja sama ini bisa lebih dalam lagi melibatkan industri dari hulu sampai ke hilir dalam ekosistem penyelenggaraan SMK," papar Wikan.
Di sisi lain, Direktur Manajemen R&D Samsung R&D Indonesia, Risman Adnan menyampaikan, tantangan era Industri 4.0 akan sulit untuk dihadapi para lulusan SMA dan SMK, tanpa dibekali pendidikan yang membentuk keahlian.
Oleh sebab itu, pihaknya menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di era tersebut. "SIC merupakan sebuah program global yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan digitalisasi. Program ini merupakan program berkelanjutan, ke depannya Samsung menargetkan untuk bermitra dengan lebih banyak lagi sekolah di Indonesia,” kata Risman.
Penilaian Ketat
Peserta SIC Project Competition 2020 menampilkan hasil proyek yang diikutsertakan, SMKN 1 Geger –Madiun menghadirkan proyek berjudul Smart Hydroponic Technology (SAHYT), SMK Al Huda –Kediri dengan proyek Sistem Pengairan Otomatis (Smart Irrigation System) Berbasis Arduino, BINUS SCHOOL Simprug –Jakarta dengan proyek 2D Platformers Arcade Game, dan BINUS SCHOOL Serpong –Tangerang dengan proyek Automatic Dispenser For Hand Sanitizers.
Lihat Juga :