Honda Odyssey 2.4L Prestige, Mobil untuk Mereka yang Terlalu Cepat Sukses!
Rabu, 17 Februari 2021 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Bisa direbahkan hingga nyaris rata bak tempat tidur. Bisa diatur sandaran kepalanya agar menyangga leher dengan pas. Penumpang baris kedua bebas untuk mencari posisi ternyaman. Dan terasa sekali kenyamanannya saat perjalanan jarak jauh.
Sebaliknya, sebagai pengemudi, Sindonews sangat menikmati sekali mengemudikan Honda Odyssey 2.4L Prestige di jalan tol Bogor-Semarang-Yogyakarta dan sebaliknya. Rasanya seperti sedang membawa sedan, bukan mobil boxy yang besar. Sehingga perjalanan road trip terasa nikmat. Melahap ratusan kilometer jadi terasa singkat. Baik pengemudi dan penumpang sama-sama menikmati Honda Odyssey 2.4L Prestige dengan caranya sendiri.
3. Tidak Akan Disangka Sopir
Yang Sindonews rasakan saat membawa Honda Odyssey 2.4L Prestige adalah, tidak takut turun di restoran/kafe dan disangka sopir. Karena memang mobil ini juga dirancang untuk dikemudikan sendiri oleh pemiliknya.
4. Mudah Parkir, Bisa Bawa Banyak Barang
Odyssey 2.4L Prestige memiliki ukuran cukup panjang. Tapi, mobil ini tetap terasa lincah. Tidak sulit untuk masuk ke dalam jalanan kecil kota Yogyakarta. Atau berhenti mendadak untuk mampir membeli snack di parkiran sempit Alfamart.
Satu-satunya keluhan Sindonews adalah kamera belakangnya yang kurang jelas dan terlalu sempit. Sehingga terkadang sulit untuk melihat jelas rintangan di belakang.
5. Fun to Drive
Sindonews sudah menyebut beberapa kali bagaimana Honda Odyssey 2.4L Prestige sangat fun to drive. Tapi, memang harus terus diungkap lagi. Saat berada di tol, Sindonews sama sekali tidak takut untuk “kejar-kejaran” dengan Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Fortuner, hingga Toyota Innova yang dikenal kencang.
Mesin bensin 2.4L 4 Silinder Segaris, i-VTEC DOHC dengan tenaga 175 dk cukup ”ngejambak”. Jika kurang puas pake mode S, Sindonews hanya perlu memainkan paddle shift-nya. Tembus 180 kpj hingga 200 kpj, Honda Odyssey 2.4L Prestige tetap “anteng” dan stabil. Sehingga membejek gas dalam-dalam seperti jadi kebiasaan.
6. Mesin 2.4 Liter Boros?
Honda Odyssey memang tidak menggendong mesin 1.5 liter turbo seperti milik Honda CR-V yang lebih irit tapi tetap bertenaga. Mesin bensin 2.4L 4 Silinder Segaris jelas lebih boros mengonsumsi bahan bakar.
Dari hasil pemakaian rata-rata, Sindonews mendapatkan kombinasi 1:7 km perliter di rute dalam kota. Dan 1:8-1:9 km perliter untuk luar kota. Sekali mampir di SPBU Shell untuk mengisi penuh, siapkan setidaknya setengah juta rupiah.
Sebaliknya, sebagai pengemudi, Sindonews sangat menikmati sekali mengemudikan Honda Odyssey 2.4L Prestige di jalan tol Bogor-Semarang-Yogyakarta dan sebaliknya. Rasanya seperti sedang membawa sedan, bukan mobil boxy yang besar. Sehingga perjalanan road trip terasa nikmat. Melahap ratusan kilometer jadi terasa singkat. Baik pengemudi dan penumpang sama-sama menikmati Honda Odyssey 2.4L Prestige dengan caranya sendiri.
3. Tidak Akan Disangka Sopir

Yang Sindonews rasakan saat membawa Honda Odyssey 2.4L Prestige adalah, tidak takut turun di restoran/kafe dan disangka sopir. Karena memang mobil ini juga dirancang untuk dikemudikan sendiri oleh pemiliknya.
4. Mudah Parkir, Bisa Bawa Banyak Barang
Odyssey 2.4L Prestige memiliki ukuran cukup panjang. Tapi, mobil ini tetap terasa lincah. Tidak sulit untuk masuk ke dalam jalanan kecil kota Yogyakarta. Atau berhenti mendadak untuk mampir membeli snack di parkiran sempit Alfamart.
Satu-satunya keluhan Sindonews adalah kamera belakangnya yang kurang jelas dan terlalu sempit. Sehingga terkadang sulit untuk melihat jelas rintangan di belakang.
5. Fun to Drive

Sindonews sudah menyebut beberapa kali bagaimana Honda Odyssey 2.4L Prestige sangat fun to drive. Tapi, memang harus terus diungkap lagi. Saat berada di tol, Sindonews sama sekali tidak takut untuk “kejar-kejaran” dengan Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Fortuner, hingga Toyota Innova yang dikenal kencang.
Mesin bensin 2.4L 4 Silinder Segaris, i-VTEC DOHC dengan tenaga 175 dk cukup ”ngejambak”. Jika kurang puas pake mode S, Sindonews hanya perlu memainkan paddle shift-nya. Tembus 180 kpj hingga 200 kpj, Honda Odyssey 2.4L Prestige tetap “anteng” dan stabil. Sehingga membejek gas dalam-dalam seperti jadi kebiasaan.
6. Mesin 2.4 Liter Boros?
Honda Odyssey memang tidak menggendong mesin 1.5 liter turbo seperti milik Honda CR-V yang lebih irit tapi tetap bertenaga. Mesin bensin 2.4L 4 Silinder Segaris jelas lebih boros mengonsumsi bahan bakar.
Dari hasil pemakaian rata-rata, Sindonews mendapatkan kombinasi 1:7 km perliter di rute dalam kota. Dan 1:8-1:9 km perliter untuk luar kota. Sekali mampir di SPBU Shell untuk mengisi penuh, siapkan setidaknya setengah juta rupiah.
Lihat Juga :