Menang Reli, Ini Salah Satu Kunci Sukses Mitsubishi Xpander AP4
Selasa, 13 April 2021 - 13:00 WIB
loading...
Mitsubishi Xpander memiliki banyak kelebihan yang bisa dimaksimalkan untuk balapan reli. Foto/MMKSI
A
A
A
BANTEN - Mitsubishi Xpander dirancang dengan pendistribusian berat yang baik serta keseimbangan berat yang juga mumpuni. Hal inilah yang dijadikan modal awal bagi brand ambassador Mitsubishi di Indonesia saat membuat Mitsubishi Xpander AP4.
Nyatanya saat memodifikasi Mitsubishi Xpander menjadi Mitsubishi Xpander AP4, Rifat Sungkar dan tim Ralliart Selandia Baru sangat terbantu dengan keunggulan rancang bangun yang dimiliki oleh Mitsubishi Xpander AP4.
Baca juga : Haramain Recordings, Makin Dekat dengan Tanah Suci Melalui Genggaman Tangan
Kelebihan ini sebenarnya sudah dicium oleh Rifat Sungkar saat pertama kalinya mencoba Mitsubishi Xpandrer di pusat riset Mitsubishi di Okazaki, Jepang pada 2017. Saat itu sebagai sebuah MPV, Mitsubishi Xpander punya pengendalian yang sanga baik, “Bisa dikendalikan sangat mudah, padahal jarak wheelbase-nya panjang,” jelasnya lagi. Salah satu faktor pendukung adalah bagian kaki-kakinya, “Filosofi konstruksi kaki-kakinya mirip sedan legendaris reli, Mitsubishi Evolution,” sambung Rifat.
![Menang Reli, Ini Salah Satu Kunci Sukses Mitsubishi Xpander AP4]()
Selain itu dia juga sangat tertarik dengan bobot yang dimiliki Mitsubishi Xpander. Sejatinya bobot Mitsubishi Xpander mencapai 1,780 kilogram. Hal ini tentu sangat cocok untuk diubah menjadi mobil reli di kategori AP4. Diketahui mobil-mobil AP4 mewajibkan bobot antara 1.230 kg hingga 1.300 kg. “Bobot Xpander masuk kategori ini, kemudian yang lebih baik lagi ia punya weight balance yang baik,” kata Rifat lagi.
Nyatanya saat memodifikasi Mitsubishi Xpander menjadi Mitsubishi Xpander AP4, Rifat Sungkar dan tim Ralliart Selandia Baru sangat terbantu dengan keunggulan rancang bangun yang dimiliki oleh Mitsubishi Xpander AP4.
Baca juga : Haramain Recordings, Makin Dekat dengan Tanah Suci Melalui Genggaman Tangan
Kelebihan ini sebenarnya sudah dicium oleh Rifat Sungkar saat pertama kalinya mencoba Mitsubishi Xpandrer di pusat riset Mitsubishi di Okazaki, Jepang pada 2017. Saat itu sebagai sebuah MPV, Mitsubishi Xpander punya pengendalian yang sanga baik, “Bisa dikendalikan sangat mudah, padahal jarak wheelbase-nya panjang,” jelasnya lagi. Salah satu faktor pendukung adalah bagian kaki-kakinya, “Filosofi konstruksi kaki-kakinya mirip sedan legendaris reli, Mitsubishi Evolution,” sambung Rifat.

Selain itu dia juga sangat tertarik dengan bobot yang dimiliki Mitsubishi Xpander. Sejatinya bobot Mitsubishi Xpander mencapai 1,780 kilogram. Hal ini tentu sangat cocok untuk diubah menjadi mobil reli di kategori AP4. Diketahui mobil-mobil AP4 mewajibkan bobot antara 1.230 kg hingga 1.300 kg. “Bobot Xpander masuk kategori ini, kemudian yang lebih baik lagi ia punya weight balance yang baik,” kata Rifat lagi.
Lihat Juga :