Konglomerat Top Indonesia Ini Dukung Rencana Go Public Grab Sebesar USD40 M
Selasa, 20 April 2021 - 20:02 WIB
loading...
ilustrasi peruhaan transfortasi online Grab. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Berita bisnis beberapa pekan ini diramaikan oleh Grab yang baru saja mengumumkan kesepakatan untuk go public senilai USD 40 miliar dalam kolaborasi SPAC (special purpose acquisition company) bersama Altimeter Capital dan akan segera diperdagangkan di lantai bursa NASDAQ.
Nilai yang ditawarkan diprediksi akan memecahkan rekor penawaran saham perdana perusahaan asal Asia Tenggara di sepanjang sejarah bursa Amerika. BACA JUGA - Rencana Meredupkan Matahari, Ilmuwan Ajukan Anggaran Penelitian US$100 Juta
Dikutip Reuters News, Usman Akhtar, partner di Bain & Co. mengatakan, “Bisa dikatakan ini menjadi sebuah bukti luar biasa, tidak hanya dari sisi startup itu sendiri tapi juga dari bagaimana investor global mulai membuka mata pada peluang di Asia Tenggara.”
Menurut rilis Grab, lebih dari USD 4,5 miliar telah digalang dari sejumlah raksasa investasi dunia seperti BlackRock, T.Rowe, dan Fidelity International, juga dari sovereign wealth funds seperti Mubadala and Temasek.
Yang menarik adalah keterlibatan tiga investor terkemuka Indonesia dalam rencana ini, yakni Djarum, Emtek milik keluarga Sariaatmadja, dan Sinar Mas.
Nilai yang ditawarkan diprediksi akan memecahkan rekor penawaran saham perdana perusahaan asal Asia Tenggara di sepanjang sejarah bursa Amerika. BACA JUGA - Rencana Meredupkan Matahari, Ilmuwan Ajukan Anggaran Penelitian US$100 Juta
Dikutip Reuters News, Usman Akhtar, partner di Bain & Co. mengatakan, “Bisa dikatakan ini menjadi sebuah bukti luar biasa, tidak hanya dari sisi startup itu sendiri tapi juga dari bagaimana investor global mulai membuka mata pada peluang di Asia Tenggara.”
Menurut rilis Grab, lebih dari USD 4,5 miliar telah digalang dari sejumlah raksasa investasi dunia seperti BlackRock, T.Rowe, dan Fidelity International, juga dari sovereign wealth funds seperti Mubadala and Temasek.
Yang menarik adalah keterlibatan tiga investor terkemuka Indonesia dalam rencana ini, yakni Djarum, Emtek milik keluarga Sariaatmadja, dan Sinar Mas.
Lihat Juga :