Motor Baru di Eropa Wajib Punya Fitur Panggilan SOS
Minggu, 25 Juli 2021 - 13:00 WIB
loading...
Bosch, saat ini merupakan salah satu perusahaan yang sudah mengembangkan teknologi eCall di sepeda motor. Foto/BOSCH
A
A
A
JAKARTA - Melihat perkembangan teknologi dan inovasi yang semakin canggih dan cerdas sekarang ini , tak terkecuali pada pasar otomotif dunia, menghadirkan berbagai peraturan dan standar regulasi baru yang mulai di terapkan saat ini.
Negara di Uni Eropa sekarang ini bergerak untuk menerapkan wajib sistem eCall SOS(Panggilan Darurat) di Eropa di semua jenis,cc dan model sepeda motor.
Peranti keselamatan di buat dengan berbasis sebuah perangkat seperti jam tangan pintar sudah memiliki fitur fungsi SOS dan memperingatkan layanan darurat tentang potensi insiden. Lalu ada juga yang menggunakan aplikasi berbasis akselerometer yaitu perangkat yang dapat mendeteksi saat pengendara terjatuh dan check-in sebelum mengirim bantuan.
Baca juga : Bagaimana Para Astronot Mencuci Pakaian Mereka? Ini Jawaban NASA
Teknologi dan inovasi tersebut mengambil ide dari fitur yang terintegrasi ke dalam mobil baru sejak Maret 2018. Menurut Uni Eropa, eCall bertanggung jawab untuk menyelamatkan 2.500 nyawa dan mengurangi cedera serius sebesar 15 persen setiap tahunnya.
Negara di Uni Eropa sekarang ini bergerak untuk menerapkan wajib sistem eCall SOS(Panggilan Darurat) di Eropa di semua jenis,cc dan model sepeda motor.
Peranti keselamatan di buat dengan berbasis sebuah perangkat seperti jam tangan pintar sudah memiliki fitur fungsi SOS dan memperingatkan layanan darurat tentang potensi insiden. Lalu ada juga yang menggunakan aplikasi berbasis akselerometer yaitu perangkat yang dapat mendeteksi saat pengendara terjatuh dan check-in sebelum mengirim bantuan.
Baca juga : Bagaimana Para Astronot Mencuci Pakaian Mereka? Ini Jawaban NASA
Teknologi dan inovasi tersebut mengambil ide dari fitur yang terintegrasi ke dalam mobil baru sejak Maret 2018. Menurut Uni Eropa, eCall bertanggung jawab untuk menyelamatkan 2.500 nyawa dan mengurangi cedera serius sebesar 15 persen setiap tahunnya.
Lihat Juga :