Hadirkan Banyak Model, Inilah Perjalanan 1 Abat MG di Industri Otomotif

Senin, 30 Agustus 2021 - 08:29 WIB
loading...
Hadirkan Banyak Model,...
Memasuki usia 100 tahun inilah perjalan panjang MG di dunia. FOTO/ IST
A A A
PARIS - Sejak awal membangun merek MG d i Oxford, Cecil Kimber dan William Morris ingin membuat mobil-mobil Morris berpacu dengan kecepatan dan bergaya lebih sporty.

Kini, di usianya yang mendekati 100 tahun sudah puluhan model diproduksi, namun MG tetap konsisten dalam menghadirkan desain mobil MG yang tidak hanya menawarkan tren gaya dan kecepatan, tetapi juga yang mampu mendukung kualitas tinggi serta keamanan dalam berkendara. BACA JUGA - China Bersiap Kalahkan Jepang Rebut Pasar Otomotif Indonesia

Melalui produk pertamanya, Old Number One, konsumen Inggris di era ‘20an menemukan sensasi berkendara baru, yaitu small, fast, and fun to drive.

Di dekade selanjutnya, MG semakin mengukir prestasinya di berbagai arena balap, bahkan sukses memenangkan Mille Miglia sebagai satu-satunya merek non-Italia. Model K3 lah yang berhasil membuat MG mencatatkan tonggak pencapaian baru di masa itu.

Seiring perkembangan zaman, MG tetap menjadi merek mobil yang istimewa, terlebih ketika memasuki pasar Amerika di masa Perang Dunia Kedua. Ketika tren mobil di Negeri Paman Sam itu memiliki karakter, ukuran, dan bobot yang besar, sangat berbeda secara gaya dan nuansa berkendara yang ditawarkan MG. Saat itu, MG T-types pertama kali mencuri perhatian para penggemarnya di luar benua Eropa dengan MG T-Type yang berdesain body-on-frame open two-seater sports cars.

“MG ingin terus mempertegas ciri khasnya sebagai merek dengan nilai sejarah dan cita rasa Inggris, bahkan di era sekarang. Permainan pada lekukan di sisi eksteriornya yang merupakan perpaduan keanggunan dan kecepatan tinggi didukung penuh dengan kenyaman dan teknologi terkini dari dalam kap mesin dan interiornya yang sangat berkelas. Kini seluruh perpaduan itu kami sebut dengan Brit Dynamic dan akan terus menjadi kekuatan dan ciri khas desain mobil MG,” ungkap Arief Syarifudin, Marketing and PR Director MG Motor Indonesia.

Carl Gotham selaku Advanced Design Director yang bertugas di Advanced Design Studio MG di London, selalu menerapkan 7 tahapan penting dalam mendesain mobil-mobil MG. Riset adalah langkah awal yang terpenting sebelum melakukan sketsa, agar target akhir yang diinginkan betul-betul terdefinisi dengan baik. Sketsa tidak hanya berfungsi untuk mengekspresikan ide, tetapi juga mempertegas karakter dari desain yang ingin diwujudkan.

Data yang memadai penting sekali untuk memastikan dari desain, mobil yang terwujud dapat berfungsi maksimal di tangan pengendara. Dari ketiga langkah awal tersebut, tim desainer MG mewujudkan desain tersebut dengan membuat model, biasanya menggunakan tanah liat, lalu dilanjutkan dengan menerapkan langkah kelima, yaitu CMF – colour, material, dan finish. Langkah ini menjadi begitu penting, karena MG ingin selalu terkini dengan dunia fesyen yang selalu bergerak dengan cepat.

Selanjutnya, UX (pengalaman pengguna) dan UI (antarmuka pengguna) merupakan langkah penting yang perlu dilakukan agar dapat memaksimalkan penggunaan teknologi dan desain mobil oleh penggunanya. Terakhir, evolusi, yaitu cara kami dalam memanfaatkan teknologi demi memenuhi kualitas desain yang lebih unggul.

“Para desainer visioner yang bekerja di studio MG setia dalam menerapkan Warisan MG yang merupakan kombinasi dari visi yang sederhana, kisah cinta yang universal, lepas dari norma, penciptaan ikon, berjiwa muda, dan yang terpenting bergerak dengan waktu. Di MG, kami ingin terus mencipta tren desain kreatif dan mengontribusikannya kepada kesuksesan merek MG secara global. Sebagai contoh, mobil listrik, Cyberster, dan yang terbaru, MG One adalah cara MG aktif berkreasi dan berinovasi di era mobilitas baru yang kian seru,” tambah Arief.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Toyota Jungkir Balik...
Toyota Jungkir Balik Akibat Perang Iran dan Amerika Serikat
Citroen 2CV Siap Diluncurkan,...
Citroen 2CV Siap Diluncurkan, Begini Bocoronnya
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Intip Kinerja MPMX Mengawali...
Intip Kinerja MPMX Mengawali 2026: Profitabilitas Meningkat di Tengah Dinamika Pendapatan
IIMS Jakarta 2026 Selesai...
IIMS Jakarta 2026 Selesai Digelar, Hadirkan Solusi Finansial Holistik bagi Industri Otomotif
Rekomendasi
Ditpolairud Polda Metro...
Ditpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Kursi Roda bagi Warga Pesisir Cilincing
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Berita Terkini
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 JakartaBandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
BMW Mengkonfirmasi M3...
BMW Mengkonfirmasi M3 Generasi Berikutnya Tidak Akan Gunakan PHEV
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved