Cara Merawat Kampas Kopling Mobil, Pahami Supaya Awet

Kamis, 23 Juni 2022 - 20:37 WIB
loading...
Cara Merawat Kampas...
Bagi para pemilik kendaraan tentunya harus memahami cara merawat kampas kopling mobil agar tidak cepat habis. Foto DOK Carmudi
A A A
JAKARTA - Bagi para pemilik kendaraan tentunya harus memahami cara merawat kampas kopling mobil agar tidak cepat habis. Biasanya kampas kopling ini habis disebabkan oleh kebiasaan buruk pengemudi .

Menginjak kopling biasa dilakukan ketika memindahkan gigi. Bisa jadi ketika transmisi belum berpindah, pedal kopling telah diangkat atau pengendara sering menerapkan menginjak pedal kopling ketika melalui tanjakkan.

Baca juga : Kenali Ciri-Ciri Kampas Kopling Mobil Manual Habis

Kebiasaan tersebut yang membuat kampas kopling cepat habis. Karena itu cara merawat kampas kopling ini perlu diterapkan, supaya pengendara mengetahui apa yang harus dilakukan.

Begini cara merawat kampas kopling seperti dilansir dari berbagai sumber :

1. Ketika Lampu Merah atau Tanjakan Netralkan Transmisi

Metode menginjak kopling dalam posisi gigi satu saat berhenti dapat membuat kinerja kampas kopling makin berat, hal inilah yang bisa membuat kampas kopling cepat habis. Karena itu, sebaiknya netralkan transmisi ketika mobil berhenti dan mulai masukan gigi ketika akan jalan.

2. Jangan Menggantungkan Kaki di Pedal Kopling

Cara merawat kampas kopling selanjutnya adalah dengan tidak menggantungkan kaki pada pedal kopling. Kebiasaan seperti ini juga bisa menambah gesekan yang pada akhirnya mempercepat habisnya kampas mobil.

Baiknya melepaskan kaki dari kopling ketika mobil telah berjalan stabil. Karena semakin berkurang gesekan maka akan bertambah awet kampas kopling.

3. Sesuaikan Kecepatan dengan Kecepatan Gigi

Apabila mobil berjalan dengan lambat sebaiknya menggunakan gigi rendah, dan sebaliknya. Jangan dibiasakan tidak menurunkan gigi bila berkendara dengan kecepatan rendah. Hal ini bisa memicu gesekan keras pada kampas kopling yang membuatnya cepat aus atau terkikis.

4. Lepaskan Kopling Secara Perlahan

Sebaiknya setelah memindahkan transmisi gigi jangan dihentak atau melepasnya dengan mendadak. Ketika hentakan ini sering dilakukan dapat menyebabkan kampas kopling cepat habis karena sering adanya gesekan pada komponen ini. Lepaskanlah kopling dengan perlahan ketika telah transmisi.

5. Jangan Mengemudi dengan Gaya Setengah Kopling

Ketika menerapkan gaya ini saat mengemudi, terutama pada tanjakan supaya mesin tidak mati, maka kopling mobil akan mobil akan menjadi seperti logam yang digerinda. Apabila logam yang digerinda terlalu lama, maka permukaannya akan mudah terkikis.

Bila ingin aman, sebaiknya netralkan kopling mobil dan tarik rem tangan. Saat mau jalan, pindahkan gigi ke gigi satu terlebih dulu, kemudian injak pedal gas dan lepaskan rem tangan.

Baca juga : Ciri Kampas Kopling Motor Habis yang Sering Dirasakan Bikers

6. Jangan Membeli Kampas Bekas

Harga kampas bekas atau pantek kampas kopling memang terbilang murah dibanding kampas baru. Bagi beberapa orang, membeli kampas kopling bekas adalah hal yang wajar. Namun daya tahan kampas kopling ini belum terjamin.

Karena itu membeli kampas kopling bekas tidak dianjurkan bagi pengendara. Lebih baik membeli barang aftermarket. Kampas kopling mobil aftermarket bukan berarti jelek, kadang malah bisa lebih canggih daripada kampas OEM. Asalkan produk aftermarket itu berasal dari merek ternama dan sudah teruji kualitasnya.

Itulah cara merawat kampas mobil yang perlu dilakukan. Merawat mobil tentunya akan membuat setiap komponen menjadi lebih awet dan akan menghemat pengeluaran untuk hal hal yang sebenarnya bisa di minimalisir.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merek China Mulai Kuasai...
Merek China Mulai Kuasai Pasar, Honda Nyaris Terlempar dari Daftar 10 Terlaris Nasional
Heboh! Penjualan Mobil...
Heboh! Penjualan Mobil Nasional April 2026 Tembus 80 Ribu Unit, Rekor Baru Pasca-Lebaran
Bisa Perpanjang SIM...
Bisa Perpanjang SIM dan STNK, ACC Carnival Hadir di Samarinda
Daftar Merek Mobil yang...
Daftar Merek Mobil yang Sering Dicuri pada Tahun 2025
Mudik Gratis untuk Mekanik,...
Mudik Gratis untuk Mekanik, Strategi Mobil Jaga Loyalitas di Tengah Persaingan Pelumas 2026
Tangkis Serangan Pabrikan...
Tangkis Serangan Pabrikan China, Honda Buka 5 Diler Baru di Kalimantan
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Libur Panjang Iduladha...
Libur Panjang Iduladha Berakhir, 199 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek
BRI Hadirkan Promo Spesial...
BRI Hadirkan Promo Spesial KKB The Elite, Bawa Pulang Kendaraan Impian dengan Banyak Keuntungan
Rekomendasi
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Berita Terkini
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 JakartaBandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved