7 Kesimpulan Setelah Tes Drive Mobil Listrik Hyundai IONIQ 5 untuk Perjalanan Jarak Jauh
loading...
A
A
A
Harga termurah IONIQ 5 Prime Standar Range adalah Rp718 juta (OTR Jakarta) dan termahal IONIQ 5 Signature Long Range adalah Rp829 juta (OTR Jakarta).
Memang masih “premium” atau mahal. Tapi, tidak ada lagi model mobil listrik di kelas yang sama yang menawarkan value sebanyak IONIQ 5. Wajar, jika inden IONIQ 5 mencapai 10 bulan.
2. Harus Merencanakan Perjalanan
![7 Kesimpulan Setelah Tes Drive Mobil Listrik Hyundai IONIQ 5 untuk Perjalanan Jarak Jauh]()
Fungsi optimal mobil listrik adalah rute perkotaan. Dari rumah ke kantor, café, restoran, pusat perbelanjaan, dan lainnya.
Menggunakan IONIQ 5 ke luar kota (terutama kawasan sub urban) sangat bisa. Tapi, pengguna harus hitung-hitungan. Berapa jarak tempuh mobil? Dimanakah SPKLU terdekat? Kemana saja rute yang akan ditempuh?
Semuanya harus direncanakan, karena SPKLU tidak sebanyak SPBU. Jadi, memang butuh waktu bagi konsumen untuk terbiasa.
3. Nyetir Mobil Listrik Itu Enak!
Betapa tidak, IONIQ 5 memiliki torsi 350 Nm dan tenaga 217 PS dari motor listriknya. Bisa melesat dari 0-100 km/jam dalam 7,4 detik. Sudah setara mobil sport. Wajar saat gas dibejek dalam, tubuh akan terhempas ke belakang.
Tarikan IONIQ 5 spontan. Tidak ada suara. Mampu menanjak dengan sangat baik, dan sangat enjoy. “Biasanya di masa honey moon, konsumen pengen ngebejek gas terus menerus,” kata Bonar Pakpahan, Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMI).
4. Mobil atau Gadget?
Menggunakan Hyundai IONIQ 5 mirip dengan smartphone. Canggih sekali. Ada banyak sekali fitur-fitur yang bisa dipilih dan dikustomisasi. Jadi, memang perlu waktu untuk memahami semua fitur yang diberikan. Lalu, memilah fitur mana saja yang akan sering kita pakai.
Misalnya, cara mengakses Ventilated Seat (mendinginkan punggung jok depan). Harus tahu masuk ke menu yang mana. Untungnya User Interface (UI) dan User Experience (UX) di layar sentuh TFT berukuran 12,3 inci nyaman dan mudah di akses.
5. Seperti Powerbank Raksasa
Mobil listrik bak Powerbank raksasa. Jadi, semakin banyak fitur yang kita gunakan semakin cepat pula baterainya habis. Misalnya, dipakai untuk ngecas HP, memakai pemanas/pendingin jok, banyak melakukan akselerasi, dan lainnya.
Memang masih “premium” atau mahal. Tapi, tidak ada lagi model mobil listrik di kelas yang sama yang menawarkan value sebanyak IONIQ 5. Wajar, jika inden IONIQ 5 mencapai 10 bulan.
2. Harus Merencanakan Perjalanan
%20Recharge%20Your%20Life%20with%20Hyundai%20IONIQ%205.jpg)
Fungsi optimal mobil listrik adalah rute perkotaan. Dari rumah ke kantor, café, restoran, pusat perbelanjaan, dan lainnya.
Menggunakan IONIQ 5 ke luar kota (terutama kawasan sub urban) sangat bisa. Tapi, pengguna harus hitung-hitungan. Berapa jarak tempuh mobil? Dimanakah SPKLU terdekat? Kemana saja rute yang akan ditempuh?
Semuanya harus direncanakan, karena SPKLU tidak sebanyak SPBU. Jadi, memang butuh waktu bagi konsumen untuk terbiasa.
3. Nyetir Mobil Listrik Itu Enak!
Betapa tidak, IONIQ 5 memiliki torsi 350 Nm dan tenaga 217 PS dari motor listriknya. Bisa melesat dari 0-100 km/jam dalam 7,4 detik. Sudah setara mobil sport. Wajar saat gas dibejek dalam, tubuh akan terhempas ke belakang.
Tarikan IONIQ 5 spontan. Tidak ada suara. Mampu menanjak dengan sangat baik, dan sangat enjoy. “Biasanya di masa honey moon, konsumen pengen ngebejek gas terus menerus,” kata Bonar Pakpahan, Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMI).
4. Mobil atau Gadget?
Menggunakan Hyundai IONIQ 5 mirip dengan smartphone. Canggih sekali. Ada banyak sekali fitur-fitur yang bisa dipilih dan dikustomisasi. Jadi, memang perlu waktu untuk memahami semua fitur yang diberikan. Lalu, memilah fitur mana saja yang akan sering kita pakai.
Misalnya, cara mengakses Ventilated Seat (mendinginkan punggung jok depan). Harus tahu masuk ke menu yang mana. Untungnya User Interface (UI) dan User Experience (UX) di layar sentuh TFT berukuran 12,3 inci nyaman dan mudah di akses.
5. Seperti Powerbank Raksasa
Mobil listrik bak Powerbank raksasa. Jadi, semakin banyak fitur yang kita gunakan semakin cepat pula baterainya habis. Misalnya, dipakai untuk ngecas HP, memakai pemanas/pendingin jok, banyak melakukan akselerasi, dan lainnya.
Lihat Juga :