Atasi COVID-19, Jebolan Insight Investment Management Manfaatkan Medsos
Minggu, 05 Juli 2020 - 01:52 WIB
loading...
(Kiri) Ketua Tim CSR PT Insight Investment management, Suluh Rahardjo, bersama Matsani (tengah) saat mengenalkan salah satu keberhasilan program CSR-nya bersama YIIM. Foto/Muh Iqbal M/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Media sosial masih bisa menjadi andalan bagi para pelaku usaha kecil dalam memulai bisnisnya, terlebih di masa pandemik COVID-19. Setidaknya itu dialami oleh Matsani. (Baca juga: Netizen Harus Hati-hati Beli Produk Murah di Medsos, Ini Alasannya )
Dia adalah jebolan program CSR pelatihan dan pengembangan bagi masyarakat kurang mampu atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang digagas oleh PT Insight Investment Management bersama Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM).
Matsani merasa bersyukur bisa mengikuti pelatihan dan membuka barber atau cukur rambut di rumahnya. "Setelah terkena PHK, saya mencoba mencari lapangan kerja dan akhirnya dapat info adanya pelatihan dan magang barbershop di YIIM. Saya tertarik mengikutinya dan setelah ikut pelatihan, memberanikan diri membuka barber atau cukur rambut di rumah," katanya seraya menyebutkan sebelumnya dia adalah sopir pribadi.
Pelatihan barber yang diikutinya berlangsung selama satu bulan (Februari-Maret) 2020. Mengingat saat ini masih di masa pandemik COVID-19, maka pratik pangkas rambutnya yang diberi nama Reveu Rafatar menerapkan standar protokol kesehatan.
Tempat cukur rambutnya memang berada di dalam gang di daerah Kebayoran lama, Jakarta Selatan, tapi pelanggannya tetap berdatangan. "Sempat menurun karena COVID-19, tapi setelah masa transisi PSBB mulai ramai lagi. Saya promosikan di media sosial, jadi banyak teman-teman yang datang ke sini," kata Matsani.
Dia pun berharap perekonomian Indonesia bisa kembali pulih. "Saya berharap bisa sewa toko untuk cukur rambut di pinggir jalan," harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim CSR PT Insight Investment management, Suluh Rahardjo, mengatakan, program CSR ini merupakan program tahunan yang telah berjalan sejak 2018. Programnya berupa pelatihan kepada masyarakat yang tidak mampu atau terkena PHK.
Dia adalah jebolan program CSR pelatihan dan pengembangan bagi masyarakat kurang mampu atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang digagas oleh PT Insight Investment Management bersama Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM).
Matsani merasa bersyukur bisa mengikuti pelatihan dan membuka barber atau cukur rambut di rumahnya. "Setelah terkena PHK, saya mencoba mencari lapangan kerja dan akhirnya dapat info adanya pelatihan dan magang barbershop di YIIM. Saya tertarik mengikutinya dan setelah ikut pelatihan, memberanikan diri membuka barber atau cukur rambut di rumah," katanya seraya menyebutkan sebelumnya dia adalah sopir pribadi.
Pelatihan barber yang diikutinya berlangsung selama satu bulan (Februari-Maret) 2020. Mengingat saat ini masih di masa pandemik COVID-19, maka pratik pangkas rambutnya yang diberi nama Reveu Rafatar menerapkan standar protokol kesehatan.
Tempat cukur rambutnya memang berada di dalam gang di daerah Kebayoran lama, Jakarta Selatan, tapi pelanggannya tetap berdatangan. "Sempat menurun karena COVID-19, tapi setelah masa transisi PSBB mulai ramai lagi. Saya promosikan di media sosial, jadi banyak teman-teman yang datang ke sini," kata Matsani.
Dia pun berharap perekonomian Indonesia bisa kembali pulih. "Saya berharap bisa sewa toko untuk cukur rambut di pinggir jalan," harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim CSR PT Insight Investment management, Suluh Rahardjo, mengatakan, program CSR ini merupakan program tahunan yang telah berjalan sejak 2018. Programnya berupa pelatihan kepada masyarakat yang tidak mampu atau terkena PHK.
Lihat Juga :