Garuk Kepala saat Mengemudi, Pria Ini Didenda Rp6,4 Juta

Senin, 19 Februari 2024 - 16:05 WIB
"Jika sebuah model harus memprediksi apakah sesuatu itu 'ya' atau 'tidak', tentu saja bisa terjadi bahwa model tersebut salah. Dalam kasus saya, model tersebut menunjukkan bahwa saya sedang memegang telepon, padahal tidak. Sebuah model yang sempurna hanya memprediksi positif benar dan negatif benar, tetapi prediksi yang 100 persen benar jarang terjadi," kata Hansen.

Baca Juga: 10 Aturan Mengemudi Paling Aneh di Dunia

Spesialis IT tersebut menjelaskan bahwa sistem seperti Monocam harus dilatih dengan sejumlah besar gambar yang dibagi menjadi dua atau tiga kelompok. Kualifikasinya terbagi atas set pelatihan, set validasi, dan set uji. Set pertama digunakan untuk mengajari algoritma obyek apa saja yang ada di gambar mana dan properti apa (warna, garis) yang melekat pada obyek tersebut. Set kedua untuk mengoptimalkan sejumlah hiperparameter algoritma, dan set ketiga untuk menguji seberapa baik sistem tersebut benar-benar berfungsi.

"Algoritma yang kami gunakan, dan algoritma polisi, mungkin mencurigai bahwa telepon ada karena dataset pelatihan berisi banyak contoh orang yang menelepon dengan telepon di tangan mereka di samping telinga," kata Hansen.

Baca Juga: Mengenal Sepatu Mengemudi, Sudah Ada sejak 1963
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!