Ini Alasan Kepala Truk di Indonesia Berwarna Kuning

Sabtu, 05 Agustus 2023 - 16:45 WIB
loading...
Ini Alasan Kepala Truk...
Semua truk yang beredar di Indonesia memiliki kepala atau kabin pengemudi dengan warna yang sama, yaitu kuning. Foto/Muhamad Fadli Ramadan
A A A
JAKARTA - Semua truk yang beredar di Indonesia memiliki warna kepala atau kabin pengemudi yang sama, yaitu kuning. Biasanya, truk dengan kepala berwarna kuning terdapat pada kendaraan niaga ringan untuk mengangkut hasil pertanian, namun belakangan semua pemilik truk ikut menggunakan warna kuning.

Penggunaan truk kepala kuning diawali oleh salah satu produsen, yaitu Mitsubisi Colt. Ini membuat pihak karoseri juga ikut mengecat bak buatannya yang dipasangkan ke sasis truk dengan warna kuning.

Duljatmono, Marketing Director Sales & Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mengungkapkan sejarah kepala truk Fuso Canter berwarna kuning. Dia mengatakan pemilihan warna kuning ini merupakan sebuah ketidaksengajaan, namun menjadi kunci keberhasilan.

Baca juga; Sambil Ngabuburit, Komunitas Sopir Truk Jatim Melukis Truk

“Kuning itu dari dulu. Pasti ada historicalnya (sejarahnya). Dulu itu pertama-tama warnanya abu-abu, terus tahun berapa itu saya lupa kita ganti kuning. Terus kok demand-nya semakin membesar untuk yang warna kuning,” kata Duljatmono saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2023).

Pria yang akrab disapa Pak Momon itu mengatakan bahwa penggunaan kepala truk berwarna kuning juga memudahkan masyarakat dalam mencirikan kendaraan. Alasan itu yang membuat Mitsubishi Fuso akhirnya mempertahankan warna tersebut.

“Masyarakat gampang nyebutnya pala kuning. Akhirnya pala kuning gak diganti-ganti sampai sekarang, karena masyarakat akui gampang ngomongnya pala kuning. Itu identik dengan truk diesel, Canter,” ujarnya.

Hingga saat ini, Mitsubishi Fuso terus mengembangkan produknya dan mengikuti permintaan konsumennya. Salah satunya adalah truk Fuso Canter Cold Chain atau truk dengan box pendingin untuk menjaga kualitas komoditas dan makanan sampai tujuan.

Baca juga; Tesla Cybertruck Uji Kekuatan, Melintasi Salju Musim Dingin di Selandia Baru

Unit demo truk cold chain diserahkan kepada Mitsubishi Fuso kepada PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) untuk bantuan kemanusiaan. Nantinya, truk itu akan digunakan untuk mengantar bahan makanan untuk menggalakkan program pencegahan stunting.

Fuso Canter Cold Chain memiliki keunggulan yang dilengkapi sensor suhu box pendingin dan sensor pintu box pendingin. Sistem Runner Telematik juga dibenamkan untuk menjaga bahan makanan di dalamnya tetap terjaga kualitasnya.

“Cold chain merupakan salah satu sektor bisnis yang berkembang, namun kami tetap memberikan semua perhatian kepada segala aspek bisnis. Ini jadi perhatian kami. Kelihatannya dalam beberapa tahun terakhir berkembang. Selain demand, untuk unit cold chain meningkat,” ujar Duljatmono.
Ini Alasan Kepala Truk di Indonesia Berwarna Kuning


Poslog berharap truk cold chain ini dapat membantu mensukseskan program pemerintah dan menurunkan angka stunting. Adrian Cholid, Direktur Utama PT Poslog mengatakan sangat penting untuk membawa bahan pangan yang berkualitas untuk keluarga yang membutuhkan.

“Demo truk ini akan digunakan untuk kegiatan operasional, terutama mendukung program yang sedang kami jalankan saat ini, yaitu pendistribusian bahan makanan dalam upaya penanggulangan stunting,” ucap Ardian.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Teknik Eco Driving...
9 Teknik Eco Driving untuk Menghemat BBM Truk Niaga dengan Mesin Common Rail
Ini Alasan kenapa Mesin...
Ini Alasan kenapa Mesin Diesel Pakai Turbo
China Produksi Mesin...
China Produksi Mesin Diesel Canggih yang Super Irit
Ini Alasan Mobil Warna...
Ini Alasan Mobil Warna Putih dan Hitam Jadi Favorit, Nilai Ekonomi Jadi Pertimbangan
5 Kekurangan Mobil Mesin...
5 Kekurangan Mobil Mesin Diesel Dibanding Bensin, Apa Saja?
Angkut Semen 2.300 Ton,...
Angkut Semen 2.300 Ton, Truk MPXL Kembali Diterjunkan
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Berpotensi Ganggu Industri Manufaktur
Dampak Pembatasan Truk...
Dampak Pembatasan Truk Sumbu 3 saat Nataru, Kehidupan Sopir Kian Terjepit
Mengukur Dampak Besar...
Mengukur Dampak Besar Pembatasan Kendaraan Logistik Saat Nataru
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Jakarta Pro Cycling...
Jakarta Pro Cycling Team Raih 5 Medali di Kejurnas Road 2026, Aligya Keiko Bersinar dengan Emas
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
Berita Terkini
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Hadirkan BRUSKY 125,...
Hadirkan BRUSKY 125, MODENAS Siap Banjiri Indonesia dengan Motor Malaysia
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved